Legacy Timnas Piala AFF

Penjaga gawang Kurnia Meiga yang tampil heroik di laga final, menggagalkan tendangan pinalti Teerasil Dangda, sangat pantas menjadi awal dari backbone, kerangka Timnas ke depan.

Kurnia Meiga akan berusia 27 tahun, awal usia emas, dan kian tangguh dalam mengawal gawangnya. Memang, sepanjang Piala AFF dia kebobolan 13 gol dari tujuh laga, atau rata-rata hampir dua gol per pertandingan. Namun, tak semua gol yang bersarang di gawang Timnas karena kesalahannya.

Kiper pelapis, Andritany Ardyasa, juga tangguh dan baru berusia 24 tahun, sedangkan Teja Paku Alam lebih muda dua tahun.

Di barisan belakang, bek kiri M. Abduh Lestaluhu yang akan berumur 23 tahun memberi harapan besar, walaupun perlu jam terbang lebih banyak lagi.

Pemain senior di sektor ini adalah bek tengah Fachruddin Aryanto, 28 tahun, sama usianya dengan Gunawan Dwi Cahyo yang menjadi pelapis di Timnas. Keduanya, seperti halnya Kurnia Meiga, diperkirakan bisa bertahan selama tiga sampai empat tahun lagi bermain di level atas.

Revelation paling menjanjikan dari tim asuhan Coach Alfred Riedl di lini belakang ini tak lain centreback Rudolof Yanto Basna dan Hansamu Yama Pranata yang masih berusia 21 tahun! Keduanya telah membuktikan diri punya kapasitas dan kapabilitas di tingkat senior, padahal baru dua tahun lalu mereka membela Timnas U-19.

Timnas beruntung memiliki Manahati Lestusen, multi purpose player, pemain serba bisa yang andal, tepat berusia 23 tahun pada saat final Piala AFF 2016 digelar. Selama Piala AFF, anggota TNI ini, pasti telah mengasah kemampuan dan memperkaya pengalamannya, sesuatu yang akan menjadikannya pemain yang semakin berguna bagi Timnas.

Pemain tengah Stefano Lilipaly kini 25 tahun, begitu pula rekannya Bayu Pradana dan Dedi Kusnandar berusia 25 tahun pada tahun depan.

Striker Timnas Lerby Eliandri juga hampir 25 tahun, sama dengan Andik Vermansah. Hanya Zulham Zamrun dan Ferdinand Sinaga yang telah berumur 28 tahun, namun masih jauh dari usia pensiun.

Kapten Boaz Solossa, sangat disayangkan, dikabarkan menyatakan pensiun dari Timnas usai final Piala AFF di Bangkok. Sebetulnya Boaz, 31 tahun, belum masuk kategori tua untuk ukuran pemain di era modern. Mungkin, Boaz punya alasan tertentu terkait kondisi fisik, atau agaknya dia ingin memberi kesempatan kepada pemain muda untuk meneruskan langkahnya di Timnas.

Apapun, Boaz Solossa telah berjasa besar bagi Timnas, terutama dalam ajang Piala AFF 2016, yang telah memulihkan reputasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Boaz Solossa adalah kapten Timnas yang memimpin rekan-rekannya menaklukkan lawan-lawan tangguh, memberi kebahagiaan bagi bangsa Indonesia!