Breaking News
Trending Tags

Terinspirasi Hobi Lady Diana, Tasya Madiun Geluti Olah Raga Berkuda

  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Madiun, ReportaseNews – Menunggang kuda bukan perkara mudah. Meski sekilas nampak gampang. Jika dilakukan dengan sembrono dan tanpa kemampuan memadai, tidak mustahil justru akan mendapatkan celaka ketimbang nikmatnya berkuda.

Selain faktor kecakapan, olah raga yang berkaitan dengan hewan pacu, sering terhubung dengan budaya ikonik para cowboy di Texas, Amerika itu bukan hobi biasa. Itu kesenangan mahal. Se-atmosfir dengan hobi main golf, terjun payung, paralayang, gantole, aeromodelling dan olah raga bersaku tebal lainnya.

Selain berbiaya tak semurah main sepak bola, tenis meja, bola voli dan sejenisnya, olah raga ekstrem ini dituntut memiliki kesiapan mental, penguasaan adrenalin serta kesanggupan integrated terhadap sarana dan prasarana yang dikendalikannya. Tidak gampang memang. Pendek kata tak sekedar cukup duit, melainkan juga wajib cukup mental.

Namun begitu, sederet halang rintang tentang berkuda itu tidak mampu merubah segumpal angan-angan seorang mahasiswi cantik asal Kota Madiun, Jawa Timur, untuk tetap menyusurinya. Bahkan disaat yang lain berjalan menjauh, dia berlari mendekat untuk menjemput harapan.

Dialah Tasya Griselda Trisnata, 20 tahun, mahasiswi semester II jurusan Manajemen Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berkampus di Magetan, Jawa Timur. Warga Jl. Semangka No. 19, Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun, itu mengaku menaruh hasrat hobi berkuda karena terinspirasi kegemaran Lady Diana Spencer, Princess of Wales kerajaan Inggris itu.

“Hobi berkuda ini saya tekuni karena terinspirasi kegemaran Lady Diana, termasuk Ratu Elizabeth yang juga gemar berkuda. Kultur bangsawan Inggris itu nampak elegan dan kharismatik,” kata Tasya dalam wawancara dengan koresponden di area tempatnya latihan berkuda, WHC Nusantara, Jl. Raya Dungus, Kecamatan Mojopurno, Kabupaten Madiun, Jumat (03/04/2026).

Dikatakan anak pertama pasangan pengusaha, Reza Angga Kusuma dan Anna Trisnawati, itu sejak jatuh dalam “pelukan kuda” diapun lantas bergegas mengoptimalkan hobinya dengan masuk sekolah berkuda WHC Nusantara. Di tempatnya berlatih itu dia dibimbing Yudho, sebagai horse training-nya.

Selama mengikuti ‘pendidikan’ berkuda dia mengeluarkan biaya sebesar Rp. 850 ribu per paket (5 kali latihan). Juga diwajibkan mengenakan perlengkapan yang sesuai, demi keamanan, seperti kostum (celana panjang dan atasan), sepatu khas joki, helm, kaos tangan, whip atau riding crop (cemeti) dan sarana lainnya. Berbagai kelengkapan tersebut dibeli seharga mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah.

Selama lebih dari dua bulan sejak bergabung sebagai siswa berkuda hingga saat ini, dia mengaku sudah melakukan latihan sebanyak 10 kali. Tidak mulus yang dia lakoni. Lantaran, dia mengaku pernah terjatuh dari pelana saat latihan pada minggu ke lima.

Meski tidak sampai mengalami cedera berarti, namun terjatuh dari ketinggian 170 cm dari punggung kuda diakuinya cukup membuatnya kaget dan kesakitan. Insiden itu, katanya, akibat kedua kakinya lepas dari stirrup (sanggurdi/penumpu/pijakan) disaat memacu kudanya.

Pengalaman pahit yang terbungkus manisnya semangat itu membuatnya semakin tertantang. Terlebih gadis bertinggi badan 167 cm dengan gestur atletis itu memiliki jiwa petualang. Sehingga, bak cowgirl, jatuhnya justru menjadi awal kebangkitannya. Dia pun makin segar dan penuh harapan.

“Pernah jatuh dari kuda. Itu pada latihan ke lima kalau tidak salah. Gara-garanya kedua kaki saya terlepas dari pijakan saat kuda berjalan. Tidak apa-apa karena saya punya jiwa petualang. Saya juga akrab dengan medan yang kotor,” tuturnya.

Yang paling sulit dalam mengikuti latihan menunggang kuda, menurutnya, adalah bab keseimbangan, integrated dan feel antara joki dengan kudanya. Namun jika sudah menyatu, sebutnya, maka perasaannya laksana terbang diantara warna warni pelangi yang indah.

Dijelaskannya, binatang kuda memiliki sifat yang sensitif. Hewan itu mengerti bagaimana perasaan rider. Karakter kuda, nilainya, mencerminkan apa yang dirasakan sang joki. Manakala sang joki merasa takut, maka kuda segera meresponnya dengan tingkah polah liar sulit dikendalikan.

Yang diperoleh, meski belum masuk kategori mahir berkuda, namun dia sudah mampu menunggang kuda secara mandiri. Meski begitu dia mengaku belum memiliki kecakapan berkuda dengan melintasi berbagai rintangan.

Dijelaskan Tasya, sebagai ‘mahkota’ bagi rider adalah jika telah mampu melewati rintangan secara mulus tanpa cacat. Rintangan berkuda itu antara lain show jumping, upright, oxer dan triple bar.

Dari awalnya sekedar hobi, Tasya becita-cita ke depan bisa menjadi seorang atlet berkuda putri, yang mewakili Indonesia pada kompetisi baik tingkat lokal, regional, nasional dan bahkan internasional.

Dia berkeinginan, pada suatu hari nanti bisa menyusul atlet berkuda putri Indonesia seperti Aisha Maydina Hakim, Ivana Putri Santosa dan Galis Kirina. Keinginan itu didasarkan pada pinginnya membanggakan kedua orang tuanya, juga nama baik bangsa dan negara.

“Saya tidak ingin melihat ke belakang terlalu lama. Karena yang di depan telah menungguku, untuk mengantar masuk ke salah satu dari seribu pintu penuh bintang-bintang,” slogan Tasya mengakhiri wawancara. (fin//RN-04)

  • Penulis: Didik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Seorang pemudik asal Kebumen meninggal dunia di antrean Pelabuhan Gilimanuk. Polisi ungkap kronologi dan kondisi korban saat kejadian. (Foto: Humas Polres Jembrana)

    Pemudik Asal Kebumen Meninggal di Antrean Gilimanuk, Ini Faktanya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jembrana, ReportaseNews – Duka menyelimuti arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk. Seorang penumpang bus berinisial R ditemukan meninggal dunia saat kendaraan yang ditumpanginya mengantre masuk ke kawasan pelabuhan, Rabu (18/3/2026). ‎Korban diketahui merupakan seorang perempuan yang tengah dalam perjalanan menuju Kebumen, Jawa Tengah. Insiden bermula saat korban dilaporkan tidak sadarkan diri di dalam bus. ‎Kasub Satgas […]

  • Mantan Menag Yaqut Lawan KPK  Lewat Gugatan Praperadilan

    Mantan Menag Yaqut Lawan KPK Lewat Gugatan Praperadilan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait penetapan statusnya sebagai tersangka. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, gugatan dengan nomor 19/Pid.Pra/2026/PN.JKT.SEL itu dilayangkan pada Selasa (10/2/2026). Yaqut menggugat status hukumnya sebagai tersangka yang disematkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus […]

  • Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 9,5 ton daging beku impor kedaluwarsa di Cikupa, Tangerang. Daging diduga akan dijual ke pasar tradisional menjelang Idul Fitri. (Foto: Ist)

    Ngeri! Bareskrim Gagalkan Peredaran 9,5 Ton Daging Kedaluwarsa Untuk Dijual Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Tangerang, ReportaseNews — Petugas Satuan Resmob Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggagalkan upaya peredaran 9,5 ton daging beku impor yang telah kedaluwarsa di kawasan pergudangan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. ‎Daging tersebut diduga hendak diedarkan ke sejumlah pasar tradisional untuk memanfaatkan lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. ‎Dalam operasi yang dilakukan pada Jumat (6/3/2026) […]

  • Perkuat Layanan Kesehatan Haji, Indonesia Bangun 45 Klinik di Makkah dan Madinah

    Perkuat Layanan Kesehatan Haji, Indonesia Bangun 45 Klinik di Makkah dan Madinah

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews –Pemerintah Indonesia memperkuat skema layanan kesehatan bagi jamaah haji musim 1447 H/2026 M dengan menambah jumlah klinik dan menerapkan sistem rujukan medis yang lebih ketat guna mengikuti kebijakan terbaru pemerintah Arab Saudi. Langkah ini bertujuan menyesuaikan rasio pelayanan kesehatan yang kini mewajibkan satu klinik kesehatan minimal melayani 5.000 jamaah haji selama berada di […]

  • Dengan menggunakan anjing pelacak, polisi menemukan potongan tubuh korban mutilasi di Bogor dan menangkap dua pelaku di Majalengka. Penyelidikan masih mendalami motif dan peran masing-masing tersangka. (Ist)

    Mutilasi Bekasi Terkuak, Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi yang berawal dari Serang Baru, Kabupaten Bekasi, terus berkembang. Polisi menemukan sejumlah potongan tubuh korban yang disimpan dalam tas dan diduga sempat dimasukkan ke dalam freezer sebelum dibuang di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ‎Tim kepolisian mengerahkan unit anjing pelacak atau K-9 untuk menelusuri lokasi pembuangan. […]

  • Suasana tol dalam kota di Jakarta. (Foto: RN/Tama)

    Arus Balik Lebaran, 2 Juta Lebih Pemudik Sudah Kembali Jakarta

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, ReportaseNews – Lebih dari dua juta pemudik tercatat telah kembali ke Jakarta hingga H+6 Lebaran 2026. Data tersebut disampaikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat meninjau arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026). ‎Kapolri menyebut jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta selama periode mudik mencapai 2.946.891. Sementara kendaraan yang kembali ke ibu kota tercatat […]

expand_less