Breaking News
Trending Tags

Bikin Geram Warga, Sejoli di Kebumen Tidur Kelonan di Musala

  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebumen, ReportaseNews – Sebuah video yang memperlihatkan sepasang remaja tidur berpelukan di dalam musala kawasan Pantai Logending, Kebumen, Jawa Tengah, ramai beredar di media sosial. Aksi tersebut memicu kemarahan warga hingga keduanya diguyur air.

‎Rekaman berdurasi sekitar 1 menit 5 detik itu salah satunya diunggah akun Instagram @reset.feeds. Dalam video, terlihat seorang remaja laki-laki dan perempuan terlelap sambil berpelukan. Tak lama kemudian, seseorang menyiram mereka menggunakan seember air hingga keduanya terbangun.

‎”Tidur Pelukan di Tempat Ibadah, Pasangan Pemuda di Kebumen Disiram Pengurus Masjid,” demikian keterangan tertulis yang menyertai video tersebut, seperti dikutip, Jumat (3/4/2026).

‎Kapolsek Ayah AKP Diyono membenarkan kejadian itu. Ia menyebut peristiwa berlangsung pada Rabu (1/4/2026) siang di musala area wisata Pantai Logending, Desa Ayah, Kecamatan Ayah.

‎”Iya betul, itu di musala Pantai Logending. Kejadiannya kemarin,” kata Diyono kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

‎Diyono menjelaskan, saat warga mendatangi lokasi, terdapat tiga remaja di dalam musala. Dua di antaranya, DS (18) dan LA (21), ditemukan dalam posisi berpelukan. Sementara satu orang lainnya, AA (21), tidur di dekat mereka. Ketiganya diketahui berasal dari Kecamatan Rowokele, Kebumen.

‎”Ketiga anak tersebut ditemukan oleh warga dalam posisi tidur bertiga di dalam musala,” ujarnya.

‎Menurut Diyono, sebelum beristirahat di musala, ketiga remaja itu lebih dulu berkunjung ke Pantai Menganti yang berada di sebelah timur Pantai Logending. Karena kelelahan, mereka memutuskan singgah dan beristirahat sebelum pulang.

‎”Mereka dari Pantai Menganti, terus istirahat tidur di musala Pantai Logending,” jelasnya.

‎Setelah digerebek warga, ketiganya kemudian diserahkan kepada petugas Polairud Pantai Logending dan selanjutnya dibawa ke Polsek Ayah untuk dimintai keterangan. Orang tua mereka turut dipanggil dalam proses klarifikasi.

‎”Dari hasil klarifikasi dari pihak reskrim Polsek Ayah tidak ada tindak pidana yang dilakukan oleh ketiga anak tersebut. Dari pihak keluarga meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan diberi surat pernyataan untuk tidak mengulangi dan wajib lapor ke Polsek Ayah,” pungkas Diyono. (*/RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Kejari Madina Maraton Periksa Puluhan Saksi Kasus Korupsi Smart Village

    Kejari Madina Maraton Periksa Puluhan Saksi Kasus Korupsi Smart Village

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) melakukan pemeriksaan maraton terhadap puluhan saksi dari unsur pemerintahan desa hingga tingkat kecamatan guna merampungkan pemberkasan kasus dugaan korupsi program Smart Village tahun anggaran 2023. Pemeriksaan intensif itu dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara setelah penyidik sebelumnya menetapkan Direktur Utama PT ISN berinisial […]

  • Jadi Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Noval Sebut Ulos Tokoh Adat sebagai Amanah

    Jadi Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Noval Sebut Ulos Tokoh Adat sebagai Amanah

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, ReportaseNews – Kapolres Padangsidimpuan yang baru, AKBP Noval Nanusa, memulai masa tugasnya setelah disambut dengan prosesi adat khas Angkola dan tradisi Pedang Pora di Mapolres Padangsidimpuan pada Rabu (15/7/2026). Alih-alih memandang penyambutan ini sebagai seremonial belaka, perwira menengah Polri ini menegaskan tradisi mangulosi yang dia terima merupakan kontrak sosial dan amanah berat yang harus […]

  • Pria berinisial ML ditangkap polisi usai diduga menendang ambulans yang hendak menjemput korban kecelakaan di Sukmajaya, Depok. (Tangkapan Layar)

    Viral Pria Tendang Ambulans di Depok Akhirnya Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Depok, ReportaseNews — Seorang pria berinisial ML diamankan jajaran Polres Metro Depok setelah diduga menendang ambulans yang tengah melaju menuju lokasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Moch Nail, Bakti Jaya, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (10/5/2026). ‎Pelaku ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Metro Depok pada malam hari di kawasan Cilodong, Depok, setelah polisi menerima laporan terkait […]

  • Citilink kembali membuka rute Palembang-Bandung mulai 18 Agustus 2026. Penerbangan perdana mengangkut 131 penumpang dari Bandara SMB II. (Foto: ReportaseNews/Don)

    Citilink Buka Lagi Rute Palembang-Bandung, 131 Penumpang Terbang Perdana

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Don
    • 0Komentar

    Palembang, ReportaseNews – Citilink Indonesia kembali mengoperasikan penerbangan langsung rute Palembang-Bandung pulang pergi (PP) mulai Selasa (18/8/2026). Pembukaan kembali rute Palembang-Bandung ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan akses penerbangan langsung antara Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Penerbangan perdana dengan nomor QG 842 dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang menuju Bandung […]

  • Suhu Panas di Lantai Masjid Al-Muhajirin Tak Berkaitan dengan Aktivitas Vulkanik

    Suhu Panas di Lantai Masjid Al-Muhajirin Tak Berkaitan dengan Aktivitas Vulkanik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Masyarakat Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), digemparkan oleh fenomena anomali suhu panas yang muncul dari lantai dan tiang Masjid Al-Muhajirin dalam tiga hari terakhir. Suhu panas yang tidak wajar tersebut terkonsentrasi di ruang salat wanita dengan diameter area terdampak mencapai sekitar satu meter, yang memicu kekhawatiran jamaah serta warga […]

  • Polisi tetapkan 13 tersangka kasus kekerasan daycare Little Aresha di Yogyakarta. Puluhan anak diduga jadi korban, tempat penitipan disebut tak berizin. (Ist)

    KPAI Kritik Lemahnya Pengawasan, Kasus 53 Anak di Daycare Yogyakarta Jadi Bukti

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah daycare di Yogyakarta mencerminkan lemahnya sistem pengawasan serta regulasi lembaga penitipan anak di tingkat daerah. ‎Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, banyak daycare beroperasi tanpa izin resmi dan tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengasuhan […]

expand_less