Jelang Idul Adha, Permintaan Arang di Banyumas Melonjak hingga 70 Persen
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews – Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan arang di Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami lonjakan signifikan. Para produsen arang di wilayah tersebut bahkan mulai kewalahan memenuhi pesanan yang datang dari berbagai daerah.
Peningkatan permintaan arang terjadi karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar untuk membakar daging kurban dan aktivitas kuliner musiman ikut meningkat menjelang Idul Adha.
Aktivitas produksi arang di sentra pengrajin Desa Cibangkong pun terlihat semakin sibuk dalam beberapa pekan terakhir. Para pekerja tampak menyiapkan tumpukan arang kayu dan arang batok kelapa untuk memenuhi permintaan pasar yang terus naik.
Salah satu produsen arang, Udin Nartam, mengatakan lonjakan permintaan sudah mulai terasa sejak satu bulan terakhir. Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan pasar, dirinya telah menyiapkan stok lebih awal.
“Kami sudah mempersiapkan produksi sejak sebulan sebelumnya. Menjelang Idul Adha ini peningkatan permintaan mencapai sekitar 70 persen dibanding hari biasa,” ujar Udin, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, konsumen tidak hanya mencari arang kayu, tetapi juga arang batok kelapa yang dinilai lebih tahan lama dan menghasilkan panas lebih stabil untuk kebutuhan membakar sate maupun daging kurban.
Namun demikian, tingginya permintaan juga diikuti dengan kenaikan harga, terutama untuk arang batok kelapa. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp9 ribu per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram
“Kendala sekarang justru bahan baku batok kelapa yang mulai sulit didapat,” katanya.
Produsen arang lainnya, Sarwono, mengaku produksi arang miliknya kini mencapai lebih dari empat ton per minggu. Meski kapasitas produksi meningkat, tingginya permintaan membuat para pengrajin tetap kewalahan.
“Permintaan sekarang sangat banyak sampai kewalahan. Harga juga naik sekitar Rp1.500 per kilogram dibanding hari biasa,” kata Sarwono.
Ia menjelaskan, harga arang kayu yang biasanya berkisar Rp3.500 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, para produsen di Pekuncen juga mulai berkoordinasi dengan pengrajin lain agar pasokan tetap tersedia hingga puncak perayaan Idul Adha.
Sarwono menambahkan, jenis kayu yang paling banyak digunakan untuk produksi arang adalah kayu sono keling karena memiliki kualitas panas yang lebih baik dan tahan lama.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga saat Idul Adha, meningkatnya permintaan arang juga dipicu tingginya aktivitas pedagang sate dan pelaku usaha kuliner yang mulai memburu stok dalam jumlah besar.
Para produsen memperkirakan lonjakan permintaan masih akan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah Hari Raya Idul Adha.(Kus/RN-04).
- Penulis: Didik




Saat ini belum ada komentar