Breaking News
Trending Tags

Polda NTT Terima Penghargaan MURI Lakukan Terapi Kesehatan Mental Bagi 11.663 Orang

  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kupang, ReportaseNews – Polda Nusa Tenggara Timur mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia  sebagai polda pertama yang Menerapkan Terapi Kesehatan Mental USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) kepada Anggota dan Masyarakat dan atas rekor Terapi Kesehatan Mental secara Seri kepada Peserta Terbanyak yang mencapai 11.663 orang.

Penyerahan Penghargaan dari Museum Rekor tersebut diserahkan oleh Direktur Operasional Museum Rekor Dunia Indonesia, Yusuf Ngadri dan diterima Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko di Mapolda NTT, Sabtu (4/7).

Menurut Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri pemberian dua penghargaan bagi Polda NTT ini karena telah memprakarsai  sebagai polda pertama dalam pemberian pelayanan kesehatan mental melalui metode USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) yang sebelumnya masuk dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia.

Dan yang kedua adalah sebagai peserta terbanyak yang dilayani dan mendapat pelayanan kesehatan mental yakni sebanyak 11.663 orang yang terdiri dari anggota di jajaran Polda NTT dan juga masyarakat luas yang dicatat oleh MURI.

“Ingin kami informasikan bahwa catatan-catatan MURI itu kategori salah satunya adalah yang pertama, jadi kepeloporan, kepioniran. Yang pertama tadi rekornya adalah polda pertama, jadi disini pasti sesuatu yang pertama tidak akan ditumbangkan yang berikut-berikutnya dan Kapolda NTT yang memprakarsai pembuatan USEFT di polda. ,” kata  Yusuf

Kemudian lanjut Yusuf dari segi kuantitas yang mendapat pelayanan kesehatan mental melalui metode USEFT adalah anggota Polri dan juga masyarakat umum yang jumlah mencapai 11.663 orang. Dan itu dilakukan secara seri oleh Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT sejak Juni 2026 hingga Juli 2026.

“Kedua secara kuantitatif, berapa banyak yang dilayani. Bapak dan ibu kapolda telah berkenan secara seri memberi layanan  terapi mental itu membangkitkan semangat percaya diri kemudian membuang rasa cemas, rasa trauma dan sebagainya (sebanyak) 11.663 masyarakat dan personel Polda NTT selama tujuh kali terapi mulai Juni 2026 sampai kemarin  itu sudah sedemikian banyak terjangkau,” ujar Yusuf.

Dia mengatakan pelayanan kesehatan mental melalui metode USFET ini juga telah memberi manfaat dan menjangkau 11.663 masyarakat dan anggota Polri. Dan ini sangat baik karena ada begitu banyak yang diselamatkan dari beban mental mereka.

Diterangkannya Polri sebagai pengayom dan penjaga keamanan masyarakat kalau kondisi mental terganggu maka tidak tugas pokok tersebut tidak akan terlaksana dengan baik. Sehingga dengan memprakarsai pelayanan kesehatan mental melalui metode USEFT sangat bagus terutama untuk aparat kepolisian dalam menjalan tugas-tugasnya.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko mengaku telah menerapkan pelayanan kesehatan mental dengan tehnik USEFT bagi personel di jajaran Polda NTT sudah berlangsung selama satu tahun.

Dia mengatakan masalah mental banyak dihadapi oleh setiap orang, bukan saja anggota Polri tetapi juga masyarakat. Dan keinginannya adalah membenahi setiap anggota Polri yang bermasalah dengan mentalnya.

“Jadi tujuan saya adalah awalnya adalah ingin membenahi dulu Polda NTT, karena anggota Polri sebagai pelayan masyarakat kalau dia belum selesai dengan dirinya, kalau dia masih ada masalah mental dalam dirinya pelayanan kepada masyarakat, pelaksanaan tugasnya tidak akan optimal,” ungkap Rudi.

Disamping itu lanjut dia, dengan berjalannya waktu, tehnik USEFT ini pun dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mental. Sehingga Polda NTT hadir sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat bukan hanya melindungi secara keamanan tetapi juga memberi pelayanan kesehatan mental bagi masyarakat yang membutuhkan.

Rudi mengajak masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan mental untuk bisa menghubungi para terapis atau datang ke rumah bahagia di Mapolda NTT untuk mendapat pelayanan kesehatan mental. Dan ini dilakukan gratis tanpa pungutan biaya apapun, karena seluruh terapis yang ada adalah personil di Polda NTT dan siap membantu masyarakat.

“Ini gratis, tidak dipungut biaya apapun, dan kerahasiaan dari setiap orang sangat dijamin,” kata Rudi Darmoko.

Ketua Bhayangkari Daerah NTT yang juga Ketua Yayasan Kesehatan Mental Keluarga, Vily Rudi Darmoko mengatakan bahwa pengobatan kesehatan mental  dengan tehnik USEFT yang dilaksanakan tidak memiliki tantangan dan kesulitan yang berarti

Karena lanjut Vily semua tergantung dari orang atau pasien yang ingin disembuhkan karena sebenarnya tehnik USEFT ini sangat mudah sekali untuk dilakukan. Dan setiap orang bisa melakukannya sendiri jika punya keinginan untuk sembuh dan merasa terganggu kesehatan mentalnya.

“Tehnik ini ketika yang bersangkutan sudah menyadari ada sesuatu yang ingin disembuhkan baik itu trauma, luka batin dan sebagainya maka tidak ada kesulitan karena tehnik mudah sekali untuk dilakukan jadi kuncinya yang bersangkutan menyadari bahwa ada masalah yang memang dia rasakan yang mengganggu bagi hidupnya,” ucap Vily memberi keterangan tentang USEFT.

Vily menyampaikan ada begitu banyak pelayanan kesehatan mental yang bisa disembuhkan melalui tehnik USFET, diantaranya adalah luka batin, trauma, phobia atau takut terhadap sesuatu seperti phobia ketianggian, phobia terhadap hewan dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Dan lanjut Vily bahwa para terapis bukan hanya berada di Polda NTT, tetapi sudah banyak personil kepolisian di seluruh polres di jajaran Polda NTT yang telah dilatih dan kini telah menjadi terapis dengan tehnik USEFT.

Sementara itu, trainer terapis Yayasan Kesehatan Mental Keluarga (YKMK) Agus Ekhayastra Dharmesta menjelaskan terapi dengan tehnik USEFT adalah terapi dengan mengetuk 17 titik meridian di dalam tubuh.

“Jadi ketika seseorang itu cemas, takut, kuatir, was-was itu gelombang otaknya itu tidak beraturan nah dengan tekan di 17 titik itu maka gerakan dari pada listrik tubuh atau neorotransmiter itu stabli, dan sistem kerjanya seperti itu ditambah dengan sugesti-sugesti yang positif perkuat dampak dari titik meridian tersebut (bekerja),” kata Agus.

DIa menerangkan untuk setiap pasien dibutuhkan waktu terapi selama 60 sampai 90 menit maksimal dan itu personal. Kemudian untuk mendapat sesuatu yang permanen itu dibutuhkan sekitar empat sesi untuk satu orang.(EB/RN-04)

  • Penulis: Didik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Festival Paralayang dan Trabas di Bukit Watu Kumpul Digelar Awal April 2026

    Festival Paralayang dan Trabas di Bukit Watu Kumpul Digelar Awal April 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews – Pemerintah Desa Petahunan menargetkan pemulihan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Festival Paralayang dan Trabas yang akan memacu adrenalin di kawasan wisata Bukit Watu Kumpul pada 4–5 April 2026. Perhelatan olahraga ekstrem itu bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan strategi untuk memberdayakan pelaku UMKM lokal yang sempat terdampak pandemi. Dengan mendatangkan ratusan atlet dan pengunjung, […]

  • Diduga Terima Suap dari Bandar Narkoba, Kapolres Bima Kota Diperiksa Mabes Polri

    Diduga Terima Suap dari Bandar Narkoba, Kapolres Bima Kota Diperiksa Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memeriksaa Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro terkait dugaan keterlibatan perwira menengah ini dalam pusaran kasus narkoba, termasuk dugaan menerima suap senilai Rp1 miliar dari bandar sabu kelas kakap. Informasi pemeriksaan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas […]

  • Kucing-kucingan di KPK, Bupati Langkat Masuk Lewat Pintu Belakang

    Kucing-kucingan di KPK, Bupati Langkat Masuk Lewat Pintu Belakang

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menggelar pemeriksaan intensif terhadap Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026) sore, setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Utara. Kedatangan orang nomor satu di Pemkab Langkat itu diwarnai aksi “kucing-kucingan” dengan awak media. Alih-alih turun di lobby […]

  • Berantas Praktik Haji Ilegal, Kemenhaj dan Polri Bentuk Satgas

    Berantas Praktik Haji Ilegal, Kemenhaj dan Polri Bentuk Satgas

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperketat pengawasan dan menekan praktik haji nonprosedural demi melindungi masyarakat. Langkah ini sebagai respons atas maraknya praktik haji ilegal yang kerap merugikan calon jamaah di Tanah Air. Upaya tersebut dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang berlangsung di […]

  • Bupati Madina Tantang Cipayung Plus Berikan Kritik Konstruktif demi Pembangunan

    Bupati Madina Tantang Cipayung Plus Berikan Kritik Konstruktif demi Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menantang kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus agar tidak sekadar mengawasi, melainkan aktif memberikan usulan dan kritik konstruktif dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Saipullah menegaskan hal itu saat membuka ruang dialog bertajuk “Diskusi Ilmiah tentang Percepatan Pembangunan Daerah” bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi […]

  • Waspada Sindikat Surat Kendaraan Palsu, Korlantas Polri Minta Pembeli Cek Fisik di Samsat

    Waspada Sindikat Surat Kendaraan Palsu, Korlantas Polri Minta Pembeli Cek Fisik di Samsat

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Maraknya peredaran dokumen kendaraan fiktif yang dikelola oleh jaringan kriminal lintas provinsi kini menjadi ancaman bagi calon pembeli kendaraan bekas. Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap keaslian Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dirregident Korlantas Polri Brigjen Wibowo mengatakan pemalsuan dokumen […]

expand_less