Kemarau Panjang Melanda, Polres Rembang dan IJTI Salurkan 50.000 Liter Air Bersih
- calendar_month 10 menit yang lalu
- print Cetak

Polres Rembang bersama IJTI Muria Raya menyalurkan 50.000 liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kecamatan Pamotan. (And)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rembang, ReportaseNews – Musim kemarau membuat sejumlah warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Polres Rembang bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya menyalurkan 50.000 liter air bersih ke wilayah Kecamatan Pamotan, Jumat (21/8/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui program “Jumat Peduli”. Distribusi air dilakukan ke sejumlah titik yang mengalami krisis air bersih berdasarkan pendataan wilayah terdampak.
Kapolres Rembang AKBP M. Solikhin Fery mengatakan penyaluran air bersih akan dilakukan secara berkala selama masih terdapat wilayah yang membutuhkan.
“Kegiatan ini akan kami agendakan rutin setiap pekan di lokasi yang berbeda. Daerah mana pun yang membutuhkan bantuan air bersih, kami datangi dan salurkan,” kata Fery kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Menurut Fery, kegiatan tersebut merupakan bagian dari respons kepolisian terhadap dampak musim kemarau. Sebelumnya, Polres Rembang juga menyalurkan 50.000 liter air bersih ke Desa Pedak, Kecamatan Sulang, dan Desa Warugunung, Kecamatan Bulu, pada Jumat (14/8/2026).
Penyaluran menggunakan 10 armada truk tangki. Jika digabungkan dengan bantuan yang diberikan pekan ini, jumlah air bersih yang telah didistribusikan Polres Rembang dalam dua pekan mencapai 100.000 liter.
Polres Rembang juga melakukan pemetaan wilayah yang mengalami kesulitan air. Pendataan dilakukan mulai dari tingkat rukun tetangga, desa, hingga kecamatan agar distribusi bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Sementara itu, Bidang Advokasi IJTI Muria Raya Andhie Eko mengatakan keterlibatan jurnalis dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurut dia, lokasi penyaluran dipilih berdasarkan data wilayah yang mengalami krisis air bersih, termasuk informasi dari pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang.
“Hari ini kami melakukan dropping sebanyak 50.000 liter yang dibagi ke beberapa tempat terdata. Kami bermitra dengan Polres Rembang untuk memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan,” ujar Andhie.
Di Dukuh Ngeropoh, Desa Ketangi, Kecamatan Pamotan, bantuan air bersih disambut warga yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan memperoleh pasokan air.
Salah seorang warga, Sunipah, mengatakan warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan air selama kemarau. Jarak yang ditempuh warga mencapai sekitar tiga kilometer hingga kawasan persawahan.
“Senang sekali ada bantuan dari jajaran Polres Rembang. Ini bantuan air bersih pertama yang kami terima selama musim kemarau,” kata Sunipah.
Penyaluran air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Rembang selama musim kemarau. (And)
- Penulis: And
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar