Khalyana Zahira, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Jadi Paskibraka Nasional
- calendar_month 46 menit yang lalu
- print Cetak

Khalyana Zahira Sandi, siswi MAN 1 Lubuklinggau, sukses menjalankan tugas sebagai Paskibraka Nasional pada upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. (Foto: ReportaseNews/Don)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palembang, ReportaseNews — Nama Khalyana Zahira Sandi turut mengharumkan nama Sumatera Selatan setelah siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lubuklinggau itu menuntaskan tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional.
Khalyana menjadi bagian dari pasukan yang bertugas dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan Syafitri Irwan.
Menurut Syafitri, capaian Khalyana menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Khalyana Zahira Sandi atas suksesnya menjalankan tugas negara di Istana Merdeka,” kata Syafitri, Selasa (18/8/2026).
“Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi MAN 1 Lubuklinggau dan Sumatera Selatan, tetapi juga membuktikan bahwa siswa madrasah mampu berdiri setara dan berprestasi di tingkat tertinggi nasional,” lanjutnya.
Khalyana lahir di Lubuklinggau pada 2 Agustus 2010. Ia berhasil lolos seleksi Paskibraka Tingkat Nasional yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 22 Juni 2026.
Setelah dinyatakan lolos, Khalyana menjalani masa karantina di Jakarta mulai 14 Juli 2026. Proses tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan sebelum dirinya menjalankan tugas pada upacara kenegaraan.
Kesempatan bertugas di Istana Merdeka menjadi pengalaman yang membekas bagi Khalyana. Ia mengaku bersyukur sekaligus terharu karena dapat menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Saya sangat bersyukur dan terharu bisa menjalankan tugas ini dengan lancar di Istana Merdeka,” ujar Khalyana.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, Kemenag Sumsel, pihak sekolah, pembina, dan para pelatih yang mendukung perjalanannya hingga tingkat nasional.
“Terima kasih kepada orang tua, Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel, Kepala MAN 1 Lubuklinggau, pembina, serta seluruh pelatih yang terus mendoakan dan membimbing saya hingga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.
Khalyana tidak tiba-tiba terjun ke dunia Paskibraka. Ketertarikannya terhadap kegiatan baris-berbaris telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar dan berlanjut ketika memasuki sekolah menengah pertama.
Minat tersebut kemudian terus dikembangkan saat ia bersekolah di MAN 1 Lubuklinggau.
Kedisiplinan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan baris-berbaris menjadi bekal bagi Khalyana untuk menghadapi proses seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai Paskibraka Nasional.
Khalyana merupakan anak kedua dari pasangan Napyadi Alex Sandi, aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dan Mery Laduana Fitriana.
Keluarganya berasal dari Desa Mandi Aur, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Keberhasilan Khalyana menjadi Paskibraka Nasional turut menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Sang ibu, Mery Laduana Fitriana, mengaku sulit menggambarkan perasaannya ketika putrinya berhasil menjalankan tugas di Istana Merdeka.
“Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ada bangga, haru, gembira, dan juga rindu,” tutur Mery.
Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai sebuah rezeki bagi keluarga yang berasal dari Desa Mandi Aur.
“Saya dan suami adalah orang desa dari Desa Mandi Aur, Musi Rawas. Alhamdulillah ini rezeki anak saya bisa lolos hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Mery juga mengapresiasi dukungan MAN 1 Lubuklinggau dan Kementerian Agama dalam mendampingi putrinya selama menjalani proses pembinaan dan seleksi.
Prestasi Khalyana menambah catatan keberhasilan keluarga dalam bidang pendidikan. Sebelumnya, putra sulung keluarga tersebut yang juga merupakan alumni MAN 1 Lubuklinggau berhasil melanjutkan pendidikan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Syafitri berharap keberhasilan Khalyana tidak berhenti sebagai sebuah prestasi pribadi. Ia menilai pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa madrasah lain untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi di tingkat nasional.
Menurut dia, siswa madrasah memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia.
Khalyana pun menjadi contoh bahwa ketekunan, disiplin, serta pembinaan yang berkelanjutan dapat membuka peluang bagi pelajar untuk tampil dalam agenda kenegaraan.
(Don)
- Penulis: Don
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar