ShortChall Resmi Masuk Indonesia, Luncurkan “Jodohku Challenge”
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartaa, ReportaseNews – Platform video pendek berbasis Web3, ShortChall, resmi memperluas ekspansi ke Indonesia dengan menghadirkan sistem imbalan bagi pengguna. Melalui model ini, pengguna dapat memperoleh reward dari berbagai aktivitas digital seperti menonton, voting, hingga mengunggah konten.
Pengembangan ShortChall di Indonesia dijalankan oleh Vita World yang menggandeng Anang Hermansyah bersama Hur Young. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar sekaligus membangun ekosistem kreator lokal.
Sebagai langkah awal, ShortChall meluncurkan program bertajuk “Jodohku Challenge” dengan total hadiah Rp100 juta. Program ini turut melibatkan Ashanty guna meningkatkan partisipasi publik.
Dalam program tersebut, peserta diminta membuat video pendek berdurasi maksimal satu menit menggunakan lagu “Jodohku” dari Anang Hermansyah dan Ashanty. Pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah vote dan views, serta diumumkan pada 15 Mei 2026 melalui kanal resmi platform.
ShortChall menawarkan pendekatan berbeda dibanding platform konvensional dengan mengedepankan partisipasi aktif pengguna. Melalui teknologi berbasis blockchain (Web3), platform ini menghadirkan sistem distribusi nilai yang lebih transparan dan adil, termasuk reward untuk aktivitas pengguna dan verifikasi berbasis AI.
Secara global, hingga Maret 2026, ShortChall telah menjangkau 226 negara dengan lebih dari 1,17 juta pengguna dan pertumbuhan sekitar 50 ribu pengguna baru per hari. Platform ini juga mencatat 42 ribu pengguna aktif harian (DAU), 244 ribu mingguan (WAU), dan 941 ribu bulanan (MAU).
Ke depan, ShortChall bersama Vita World berencana mengembangkan konsep serial challenge yang melibatkan figur publik dan komunitas kreator secara berkelanjutan. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur sekaligus mendorong pertumbuhan organik di pasar Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan pasar global video pendek yang nilainya diperkirakan melampaui US$100 miliar, dengan fokus ekspansi di kawasan Asia seperti Indonesia, Korea Selatan, India, Vietnam, dan Thailand.
Dari sisi bisnis, ShortChall akan mengembangkan berbagai sumber pendapatan, mulai dari iklan digital, tantangan bersponsor, hingga sistem berlangganan, sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekosistem platform.(RN-04)
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar