Breaking News
Trending Tags

Terungkap! Napi Lapas Malang Diduga Kendalikan Bisnis Ganja Lintas Provinsi

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malang, ReportaseNews – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas Kelas I Malang. Dalam operasi gabungan yang melibatkan Subdirektorat IV dan Satgas Narcotic Investigation Center (NIC), petugas mengamankan tiga orang tersangka serta menyita satu paket ganja seberat 5.830 gram bruto.

‎Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan kasus bermula dari temuan paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi menuju Banyuwangi, Jawa Timur.

‎“Tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika golongan I jenis ganja dengan barang bukti satu paket dalam kardus cokelat seberat 5.830 gram bruto di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur,” ujar Eko, Selasa (16/6/2026)

‎Setelah menemukan paket tersebut pada Kamis (11/6/2026), penyidik melakukan penyelidikan lanjutan dan menerapkan metode controlled delivery untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.

‎Hasilnya, pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, petugas menangkap CM di depan pos keamanan PT Energi Lautan Nusantara (ELN), Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Chandra diamankan saat mengambil kardus berisi ganja yang dikirim menggunakan identitas penerima perusahaan.

‎Dari pemeriksaan awal, CM mengaku hanya bertugas mengambil paket atas perintah FM yang berada di Malang. Ia mengaku telah menerima tugas serupa sebanyak 17 kali dengan imbalan antara Rp200.000 hingga Rp350.000 untuk setiap pengambilan paket.

‎“Chandra hanya diperintahkan oleh Firsandy untuk mengambil paket dan sejauh ini telah menerima paket sebanyak 17 kali tanpa mengetahui isi paket tersebut,” kata Eko.

‎Pengembangan kasus kemudian mengarah ke Kota Malang. Pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, petugas menangkap FM di kawasan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Hanya berselang 30 menit, penyidik juga mengamankan FCS di lokasi berbeda yang masih berada di kawasan yang sama.

‎Berdasarkan hasil interogasi, FM diduga berperan sebagai perekrut kurir sekaligus pengatur distribusi barang. Sementara Fariz berperan sebagai pengelola keuangan jaringan serta kurir yang menerima dan mengirimkan narkotika kepada pembeli.

‎Penyidik juga menemukan fakta bahwa jaringan tersebut diduga dikendalikan oleh seorang narapidana berinisial ABID yang sedang menjalani masa pidana di Lapas Kelas I Malang. Dari keterangan yang diperoleh, aktivitas pengiriman ganja disebut telah berlangsung sejak Agustus 2025 hingga Juni 2026.

‎“Pengiriman narkotika seperti ini telah berlangsung kurang lebih satu tahun, dari 2025 hingga 2026, dengan puluhan kali pengiriman,” ujar Eko.

‎Menurut penyidik, ganja diduga dipasok oleh seseorang bernama Martin yang dikenal melalui media sosial. Barang kemudian dikirim dari Padang, Sumatera Barat, menuju Banyuwangi sebelum didistribusikan ke Malang dan sejumlah lokasi lain.

‎Dari hasil pendalaman, petugas menduga jaringan ini telah menjalankan sedikitnya 20 hingga 30 kali pengiriman dengan berat bervariasi antara dua kilogram hingga lima kilogram per paket. Salah satu tersangka bahkan mengakui pernah menerima paket ganja sebanyak 17 kali dengan berat sekitar lima kilogram per kiriman.

‎Selain mengamankan para tersangka, penyidik turut menyita sejumlah telepon seluler, kartu ATM, dokumen identitas, uang tunai, serta barang-barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

‎Bareskrim Polri juga tengah menelusuri aliran dana yang diduga melibatkan sejumlah rekening perbankan dan akun dompet digital. Penyidik mengidentifikasi penggunaan rekening dari beberapa bank serta layanan pembayaran digital yang diduga digunakan untuk menampung dan mendistribusikan hasil transaksi narkotika.

‎Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu pemasok utama serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam peredaran ganja lintas daerah tersebut. Barang bukti juga akan dibawa ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

(RN-07)

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Sindir Penggeledahan KPK, Purbaya Rombak 40 Pejabat Pajak Demi Organisasi yang ‘Lurus’

    Sindir Penggeledahan KPK, Purbaya Rombak 40 Pejabat Pajak Demi Organisasi yang ‘Lurus’

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah drastis dengan merombak struktur pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Jumat (6/2/2026). Pelantikan 40 pejabat baru ini menjadi sinyal kuat upaya pembersihan internal di tengah sorotan tajam publik terhadap integritas pegawai Kemenkeu. Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Purbaya […]

  • Berkah Ramadan, Usaha Manisan Rumahan di Banyumas Kebanjiran Pesanan

    Berkah Ramadan, Usaha Manisan Rumahan di Banyumas Kebanjiran Pesanan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews – Datangnya bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner, khususnya produsen manisan dan kue kering khas Lebaran. Permintaan yang meningkat tajam membuat sejumlah pelaku usaha rumahan di Banyumas, Jawa Tengah, mengalami lonjakan penjualan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya dirasakan oleh […]

  • Kapolri Ikut Donor Darah dan Pertegas Komitmen Kesejahteraan Buruh di HUT KSPSI

    Kapolri Ikut Donor Darah dan Pertegas Komitmen Kesejahteraan Buruh di HUT KSPSI

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tangerang, Reportase News – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri sekaligus mendonorkan darah pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Lapangan PT Victory Ching Luh Indonesia, Tangerang, Banten, Senin (16/2/2026). Setibanya di lokasi bakti sosial, Jenderal Sigit memantau rangkaian pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ribuan buruh dan masyarakat […]

  • Kondisi Jalan KH Noer Ali Bekasi rusak parah dan kerap memicu kecelakaan, terutama saat hujan. (Foto: RN/Tama)

    Jalan KH Noer Ali Bekasi Masih Rusak Parah

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Bekasi, ReportaseNews – Kondisi Jalan KH Noer Ali di Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, dikeluhkan pengguna jalan. Ruas jalan di bawah kolong Tol JORR Kalimalang itu dipenuhi lubang besar dan kerap tergenang air saat hujan. ‎Lubang yang tertutup genangan membuat pengendara sulit mengantisipasi kerusakan. Sejumlah kendaraan terlihat melambat secara mendadak untuk menghindari lubang yang menganga […]

  • Suasana pemudik di Stasiun Pasarsenen, Jakarta Pusat. (Foto: RN/Tama)

    Puncak Mudik Kereta dari Jakarta Diprediksi 18 Maret

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Arus mudik Lebaran 2026 menggunakan kereta api dari Jakarta diperkirakan mencapai puncaknya pada 18 Maret 2026. Tanggal tersebut tercatat sebagai hari dengan jumlah pemesanan tiket tertinggi selama masa angkutan Lebaran. ‎Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, data penjualan tiket menunjukkan beberapa tanggal yang paling diminati masyarakat untuk berangkat […]

  • Polisi tetapkan 13 tersangka kasus kekerasan daycare Little Aresha di Yogyakarta. Puluhan anak diduga jadi korban, tempat penitipan disebut tak berizin. (Ist)

    KPAI Kritik Lemahnya Pengawasan, Kasus 53 Anak di Daycare Yogyakarta Jadi Bukti

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah daycare di Yogyakarta mencerminkan lemahnya sistem pengawasan serta regulasi lembaga penitipan anak di tingkat daerah. ‎Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, banyak daycare beroperasi tanpa izin resmi dan tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengasuhan […]

expand_less