Jombang Ajak Blora Barter Ilmu, Air Minum Ditukar Pengelolaan Sampah
- calendar_month 23 menit yang lalu
- print Cetak

Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, ReportaseNews – Pemerintah Kabupaten Jombang membuka peluang kerja sama timbal balik dengan Pemerintah Kabupaten Blora tidak hanya sebatas urusan air minum, melainkan juga membidik pengelolaan sampah sebagai bahan evaluasi daerah.
Tawaran barter ilmu ini disampaikan oleh Wakil Bupati Jombang KH. Salmanuddin Yazid saat menyambut kunjungan studi referensi kedua Pemkab Blora di Kantor Perumda Tirta Kencana Jombang, Jumat (22/5/2026).
Saat Blora ingin mengadopsi kesuksesan tata kelola air minum Jombang, di sisi lain Jombang justru mengakui keunggulan Blora dalam mengatasi persoalan sampah.
Salmanuddin menjelaskan saat ini kapasitas pengelolaan sampah masyarakat oleh Pemkab Jombang masih berada di angka 50 persen. Atas dasar itulah, pihaknya melihat peluang untuk belajar dari strategi yang diterapkan oleh Pemkab Blora.
“Saat ini sampah masyarakat yang dikelola Pemkab Jombang masih 50 persen,” ujar Salmanuddin.
Meski demikian, dalam sektor air minum, Jombang tetap menjadi mentor bagi Blora. Salmanuddin membagikan salah satu program unggulan yang dinilai berhasil di wilayahnya, yaitu perluasan cakupan layanan air minum berbasis digital di kawasan pondok pesantren, termasuk Pondok Pesantren Tebuireng.
“Nanti Pemkab Blora juga bisa meniru cakupan layanan kami di Pondok Pesantren Tebuireng yang nantinya juga bisa diterapkan di pondok pesantren yang ada di Blora,” katanya.
Merespons hal itu, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini menyambut baik sinergi antar-daerah ini. Menurut perempuan yang akrab disapa Budhe Rini itu, Perumda Tirta Kencana Jombang sengaja dipilih kembali sebagai lokus referensi utama, karena memiliki reputasi operasional yang sehat, inovatif, dan efisien dalam pengelolaan air minum, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Berbagai terobosan dan penghargaan yang telah diraih oleh Perumda Tirta Kencana Jombang menjadi bukti keberhasilan tata kelola yang ingin kami adopsi dan pelajari,” ungkap Budhe Rini.
Dia menambahkan, tantangan pelayanan publik kedepan, khususnya air bersih, kian kompleks sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat. Melalui studi referensi lanjutan dari agenda pertama pada 23 April 2026, Blora berharap dapat memperoleh praktik terbaik untuk diterapkan pada Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora.
Dalam forum yang sama, Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Jombang Khoirul Hasyim memaparkan data tingkat kepuasan pelanggan mereka melonjak drastis dari 80,39 persen pada 2024 menjadi 92,08 persen pada 2025 berkat efisiensi teknologi.
Setelah sesi pemaparan inovasi teknologi berbasis IoT dan diskusi manajemen, rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan rombongan Pemkab Blora ke Instalasi Pengolahan Air milik Perumda Tirta Kencana Jombang. (And)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar