Misteri Hilangnya Kesadaran Sopir Bus Sugeng Rahayu dalam Kecelakaan Maut di Banyumas
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Bus Sugeng Rahayu menabrak warung kopi dan pagar rumah warga di Jalan Raya Wangon–Lumbir, Desa Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews – Investigasi mendalam tengah dilakukan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab hilangnya kesadaran pengemudi Bus Sugeng Rahayu yang mengakibatkan kecelakaan maut di Jalan Raya Wangon–Lumbir, Desa Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026) dini hari.
Insiden yang terjadi pukul 03.00 WIB itu menyoroti pentingnya kondisi kesehatan kru angkutan umum saat beroperasi setelah bus bernomor polisi W-7026-UO tersebut oleng secara mendadak pasca-menurunkan penumpang.
Peristiwa tragis itu bermula ketika armada bus melaju dengan kecepatan rendah, sekitar 30 kilometer per jam, dari arah timur menuju barat. Hanya berjarak sekitar 100 meter setelah bus sempat berhenti, kendaraan besar ini tiba-tiba bergerak tak terkendali ke arah kanan jalan.
Bus kemudian menghantam warung kopi dan pagar rumah warga yang berada di sisi utara jalan, hingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Polresta Banyumas Iptu Metri Zul Utami menjelaskan, dugaan awal mengarah pada kondisi kesehatan pengemudi yang memburuk secara tiba-tiba di balik kemudi. Polisi fokus mendalami apa yang terjadi pada sang sopir dalam hitungan detik setelah bus kembali berjalan.
“Diduga pengemudi tiba-tiba tidak sadarkan diri, sehingga kendaraan oleng ke kanan dan menabrak warung kopi serta pagar rumah warga. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan dan seluruh barang bukti sudah diamankan,” kata Iptu Metri Zul Utami.
Benturan keras itu merenggut nyawa sang pengemudi bus yang berinisial EK (52), warga Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Selain sang sopir, fatalitas juga menimpa SD (66), pemilik warung kopi asal Kecamatan Wangon, yang saat itu berada di lokasi dan ikut terkena terjangan badan bus.
Guna kepentingan penyelidikan dan autopsi untuk memastikan penyebab hilangnya kesadaran pengemudi, polisi langsung mengevakuasi kedua korban tewas ke RSU An Nima Wangon. Sementara pemilik pagar rumah yang terdampak, HR (66), dilaporkan selamat tanpa luka-luka, meski kerugian materiil akibat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. (Kus)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar