BBM Non-subsidi Naik Gila-gilaan, Ini Faktanya!
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex naik akibat lonjakan harga minyak dunia. Pemerintah pastikan BBM subsidi tetap stabil. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sebagai konsekuensi dari tekanan global, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia.
Kenaikan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, sehingga berdampak langsung terhadap harga energi internasional.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan langkah yang tidak terpisahkan dari mekanisme pasar global.
“Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global,” ujar Anggia, seperti dilansir Antara, Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, kebijakan serupa juga telah lebih dulu diterapkan oleh sejumlah negara di kawasan, bahkan dengan kenaikan yang lebih signifikan.
Dalam penetapan harga, pemerintah menekankan pentingnya prinsip transparansi serta menjaga persaingan yang sehat agar tidak memicu distorsi pasar.
Meski harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan, pemerintah memastikan tidak ada perubahan pada harga BBM bersubsidi. Stabilitas harga ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu Pertalite dan Solar Subsidi, tidak naik,” kata Anggia.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan harga Pertalite dan biosolar hingga akhir tahun 2026, sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap kelompok rentan.
“Namun demikian sekali lagi, kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan dari masyarakat. InsyaAllah kita bisa survive,” ujar Anggia.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah BBM non-subsidi per 18 April 2026. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang kini dibanderol Rp23.600 per liter, dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Adapun Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500 per liter.
Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green di Rp12.900 per liter.
Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sementara biosolar tidak berubah di level Rp6.800 per liter. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar