Tepi Barat Memanas, Pemukim Israel Bacok dan Aniaya Warga Palestina
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

Pasukan penjajah Israel. (Foto: Anadolu)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ramallah, ReportaseNews — Sedikitnya lima warga Palestina mengalami luka-luka akibat tiga serangan yang diduga dilakukan pemukim Israel di wilayah Hebron dan Bethlehem, Tepi Barat bagian selatan, Sabtu (23/5/2026).
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan seorang perempuan dilarikan ke rumah sakit setelah diserang menggunakan benda tajam di Kota Bani Na’im, wilayah timur Hebron.
“Tim kami mengevakuasi seorang perempuan ke rumah sakit setelah menjadi korban penyerangan menggunakan benda tajam,” demikian pernyataan Bulan Sabit Merah Palestina, seperti dilansir Anadolu, Minggu (24/5/2026).
Dalam insiden terpisah di kawasan Khala’il al-Luz, dekat Bethlehem, dua warga Palestina lainnya juga harus mendapatkan perawatan medis usai mengalami penganiayaan.
“Dua warga Palestina dipindahkan ke rumah sakit setelah diserang oleh pemukim,” lanjut pernyataan lembaga kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, aktivis pemantau pelanggaran di Hebron selatan, Osama Makhameh, mengatakan serangan juga terjadi di kawasan Masafer Yatta, tepatnya di dusun Wadi al-Rakhim, selatan Yatta.
“Pemukim menyerang rumah warga Palestina dan melukai dua penghuni rumah tersebut,” ujar Makhameh.
Menurut dia, rumah milik Muhammad Musa Shanaran menjadi sasaran penyerangan. Sejumlah warga yang berada di lokasi turut mengalami kekerasan.
Muhammad Musa Shanaran dilaporkan mengalami luka di bagian wajah, sedangkan Omar Khalil Shanaran mengalami cedera di kepala. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Yatta untuk menjalani perawatan.
Situasi keamanan di Tepi Barat terus memanas sejak perang di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023. Serangan militer Israel disebut semakin intensif melalui operasi penangkapan, penggerebekan rumah, hingga penghancuran properti warga Palestina.
Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina mencatat, selama April 2026 terjadi 540 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
Jumlah korban tewas di Jalur Gaza terus bertambah dan kini mencapai 72.783 orang, dengan 172.779 lainnya terluka sejak awal agresi Israel pada Oktober 2023, menurut sumber medis.
Disebutkan bahwa sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Menurutnya, jumlah tersebut masih belum lengkap lantaran masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan sehingga tidak dapat diakses oleh ambulans dan tim penyelamat.
Sumber medis mengatakan selama 24 jam terakhir, delapan warga Palestina tewas dan 29 lainnya terluka dan dibawa ke rumah sakit di Gaza. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar