Breaking News
Trending Tags

Jejak Rindu di Jalan Kalimantan: Dari Durian Ngarak hingga Air Terjun Tujuh Tingkat Sembora (Bagian 2)

  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ReportaseNews – Perut saya sudah terasa penuh setelah menghabiskan satu buah durian berukuran besar di pinggir jalan Desa Ngarak. Durian lokal Kalimantan yang legit dengan sentuhan rasa pahit-manis itu benar-benar memuaskan kerinduan yang telah lama tersimpan.

Bapak Doni (42), penjual durian yang sedari tadi memperhatikan saya melahap buah berduri itu seorang diri, hanya tersenyum sambil sesekali menggelengkan kepala. Di sisi kiri dan kanan sepeda motornya, keranjang penuh durian masih tergantung menunggu pembeli berikutnya.

Dari Ngarak, perjalanan berlanjut menuju Mandor. Ada alasan lain yang membuat perjalanan ini terasa istimewa. Lebih dari dua puluh tahun saya tidak berjumpa dengan seorang sahabat lama, Mujiman, teman seperjuangan semasa kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Kami bertemu di sebuah warung kopi di depan Bukit Soeharto.

Warkop itu sederhana namun eksotis, bernuansa rumah panjang khas Dayak. Saat saya datang, seorang pelayan muda menyambut dengan senyum ramah.

“Pesan apa, Om?” tanyanya.

Tak lama kemudian, secangkir kopi hitam tanpa saring tersaji di atas meja. Di bawah langit Mandor yang siangnya tidak terlalu menyengat, kami larut dalam cerita-cerita lama.

Tentang masa kuliah, masa perjuangan, dan mimpi-mimpi yang dulu terasa begitu dekat.

Waktu rupanya berjalan sangat cepat. Kami yang dahulu bertubuh tegap dengan kulit legam terbakar matahari kini mulai dimakan usia.

Rambut memutih, gigi mulai tanggal satu per satu, dan kerutan halus menjadi saksi perjalanan hidup yang tak selalu mudah. Namun kehangatan persahabatan tetap sama seperti puluhan tahun lalu.

Menjelang waktu Zuhur, saya berpamitan sejenak untuk menunaikan salat di masjid besar Kota Mandor yang baru selesai dipugar. Bangunannya megah dan menjadi ikon baru kota kecil itu. Menariknya, tepat di hadapannya berdiri sebuah gereja besar yang tak kalah megah.

Dua rumah ibadah berbeda keyakinan berdiri berdampingan, menghadirkan pemandangan tentang harmoni dan toleransi yang terasa begitu alami di tanah Kalimantan.

Usai salat, saya kembali ke warung kopi dengan sepeda motor dinas yang digunakan Mujiman, berpelat merah bertuliskan KPH Landak. Kini sahabat lama itu telah menjadi Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH). Di balik wajahnya yang terlihat sangar, Mujiman adalah sosok pekerja keras, ramah, sekaligus kepala keluarga yang mengabdikan hidupnya untuk istri dan ketiga anaknya.

Dari Mandor, ia mengajak saya menuju rumahnya di Desa Sembora. Perjalanan hanya beberapa menit. Desa yang tenang itu dikelilingi hamparan sawah hijau, perbukitan, dan udara pedesaan yang masih segar.

Kedatangan saya disambut hangat oleh keluarganya. Dan seolah semesta sedang berpihak kepada pencinta durian, saya kembali disuguhi buah yang sejak pagi menjadi tujuan perjalanan ini.

Durian-durian itu baru saja dibawa dari kawasan hutan sekitar Sembora. Anak sulung Mujiman ikut dalam tradisi yang akrab dikenal masyarakat setempat sebagai “nyatuh durian”, menunggu buah jatuh langsung dari pohonnya di tengah hutan.

Satu per satu buah dibelah.

Tanpa banyak basa-basi, saya menghabiskan tiga buah durian. Mujiman hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala.

“Gila nih orang, makan durian tiga buah,” gumamnya.

Tawa kami pecah di teras rumah sederhana itu, ditemani secangkir kopi hangat dan suasana kekeluargaan yang membuat saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri.

(dok. ReportaseNews)

Petualangan Asa 2 (dok. ReportaseNews)

Menjelang sore, Mujiman mengajak saya melihat salah satu kebanggaan Desa Sembora: Riam (air terjun) Sembora.

Air terjun yang berada di kawasan Bukit Raya ini dikenal memiliki tujuh tingkatan. Perjalanan menuju lokasi menyuguhkan panorama pedesaan yang memanjakan mata.

Hamparan sawah hijau membentang luas, diselingi perkebunan kelapa sawit dan perbukitan yang bergelombang.

Di salah satu puncak bukit tampak area terbuka berwarna kekuningan tanpa vegetasi. Mujiman menjelaskan bahwa lokasi tersebut kini dimanfaatkan sebagai arena paralayang yang menawarkan pemandangan spektakuler dari ketinggian.

Dari Pontianak, Desa Sembora dapat ditempuh sekitar 92 kilometer. Sementara dari pusat desa menuju Riam Sembora berjarak sekitar dua kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih dua puluh menit menggunakan kendaraan bermotor.

Jalan yang dilalui sebagian sudah beraspal, meski beberapa titik masih berupa tanah kuning yang menanjak dan melintasi anak-anak sungai kecil.

Di balik keindahan alamnya, Sembora juga dikenal sebagai tempat tinggal tokoh adat Dayak yang cukup disegani, yaitu Panglima Jilah. Nama yang tidak asing bagi masyarakat Kalimantan Barat karena kiprahnya dalam menjaga adat, budaya, dan kehormatan masyarakat Dayak.

Sore mulai turun perlahan ketika suara air terjun terdengar dari kejauhan. Setelah tiga tahun vakum dari dunia motoran, saya menemukan kembali apa yang selama ini dirindukan: jalan yang panjang, sahabat lama, keramahan desa, secangkir kopi hitam, dan durian yang jatuh langsung dari hutan Kalimantan.

 

(*/RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Pelaku Pembuang Bayi dan Bidan Persalinan Ditangkap Polres Binjai

    Pelaku Pembuang Bayi dan Bidan Persalinan Ditangkap Polres Binjai

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Binjai, ReportaseNews – Polres Binjai melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Pidana Umum berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bayi laki-laki di Jalan Aiptu Radiman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatra Utara. Hal ini diungkapkan Kapolres Binjai, AKBP R. Bimo Moernanda, S.H., S.I.K., M.H., dalam pers rilis, Senin (10/8/2026), di Aula Mapolres. Kapolres menjelaskan, […]

  • PSEL Palembang mulai menerima sampah dari lebih dari 400 TPS. Sebanyak 960 ton sampah per hari ditargetkan diolah menjadi energi listrik. (Don)

    PSEL Palembang Mulai Terima Sampah, 960 Ton Diolah

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Don
    • 0Komentar

    Palembang, ReportaseNews — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL Palembang mulai menerima pengiriman sampah dari sejumlah wilayah di Kota Palembang. Tahap awal operasional ini ditargetkan mampu mengolah hingga 960 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung proses pengiriman sampah perdana ke fasilitas PSEL. Menurut dia, dimulainya […]

  • Kapolda Metro Jaya memimpin sertijab tiga pejabat utama dan menegaskan pentingnya kinerja terbaik, integritas, serta pelayanan optimal kepada masyarakat. (Foto: RN/HO-Humas Polda Metro Jaya)

    Rotasi 3 Pejabat, Kapolda Metro Jaya Beri Pesan Keras

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin serah terima jabatan tiga pejabat utama di lingkungan Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026). Rotasi tersebut meliputi posisi Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran (Karorena), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), serta Direktur Reserse Siber (Dirressiber). ‎Upacara berlangsung di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya sekitar […]

  • Bareskrim Polri membongkar sindikat penyedia rekening penampung narkoba jaringan The Doctor, enam tersangka diamankan di berbagai wilayah Indonesia. (Ist)

    Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Rekening Narkoba “The Doctor”

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik sindikat penyedia rekening penampungan untuk transaksi narkotika yang terhubung dengan jaringan besar berinisial “The Doctor”. ‎Pengungkapan ini merupakan pengembangan dari kasus jaringan narkotika di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang sebelumnya telah menjerat sejumlah pelaku utama. Polisi menemukan pola penggunaan rekening pihak ketiga untuk menyamarkan […]

  • Gita Wirjawan : Kepemimpinan Indonesia Harus Ditata Ulang

    Gita Wirjawan : Kepemimpinan Indonesia Harus Ditata Ulang

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Tegal, ReportaseNews – Mantan Menteri Perdagangan RI periode 2011–2014, Gita Wirjawan, menyerukan perlunya penataan ulang orientasi kepemimpinan nasional. Menurutnya, Indonesia harus berhenti terjebak pada euforia elektabilitas dan popularitas semata, serta mulai menempatkan integritas, kapabilitas, dan etikabilitas sebagai ukuran utama dalam memilih pemimpin. Pesan tersebut disampaikan Gita dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas […]

  • dr. Syafran Enggan Tanggapi Kasus Dugaan Malapraktik Pasien di RS Permata Madina

    dr. Syafran Enggan Tanggapi Kasus Dugaan Malapraktik Pasien di RS Permata Madina

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Dokter Syafran Halim Harahap, Sp.PD FINASIM, memilih bungkam dan enggan menanggapi kasus dugaan malapraktik yang menimpa pasien berinisial RSH. Padahal, dia tercatat sebagai dokter penanggung jawab yang menangani perawatan pertama pasien tersebut pada 17 hingga 19 Oktober 2025. Keluhan awal pasien berupa sakit lambung, tetapi  berujung pada pembengkakan parah hingga lengan kiri […]

expand_less