Breaking News
Trending Tags

Polda Metro Jaya Jadikan Polisi Bapak Asuh, Cegah Bullying dan Tawuran Sejak Dini

  • calendar_month 28 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar untuk memperkuat perlindungan anak sekaligus mencegah berbagai persoalan remaja sejak dini di lingkungan sekolah.

Program tersebut diperkenalkan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri dalam acara di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan pelajar melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Asep dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Asep menjelaskan Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar merupakan tindak lanjut dari Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang diluncurkan pada 11 Maret 2026.

FKPMS sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Melalui program baru tersebut, pola pendampingan diperluas agar personel kepolisian dapat hadir secara rutin di lingkungan pendidikan.

“Melalui program pendampingan yang baru ini, personel kepolisian diarahkan hadir secara berkelanjutan di sekolah,” ujar Asep.

Menurut Asep, kehadiran polisi di sekolah tidak hanya diarahkan untuk memberikan penyuluhan formal. Personel juga diminta membangun komunikasi dan pembinaan secara intensif agar pelajar memiliki ruang yang aman untuk bercerita maupun berkonsultasi ketika menghadapi persoalan.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan yang dihadapi remaja tidak selalu terlihat secara langsung. Karena itu, anggota kepolisian di lapangan diminta memahami dinamika sekolah, mengenali karakter lingkungan pendidikan, serta membangun komunikasi dengan guru dan orang tua.

Asep menegaskan upaya perlindungan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Langkah preventif ini difokuskan untuk menangani berbagai ancaman di dunia pendidikan, mulai dari perundungan (bullying), kekerasan fisik, tawuran, hingga bahaya pengaruh negatif media sosial,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Polda Metro Jaya ingin mengubah pola pendekatan terhadap pelajar. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga berperan dalam upaya pencegahan melalui komunikasi dan pendampingan.

Asep berharap keberadaan personel kepolisian di sekolah dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan siswa. Polisi diharapkan menjadi pihak yang dapat dipercaya ketika pelajar membutuhkan tempat untuk menyampaikan persoalan.

Asep berharap Polisi hadir bukan sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra dan sahabat terpercaya yang siap membantu pelajar dari potensi pelanggaran hukum.

(RN-07) 

 

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Polda Metro Jaya masih menyelidiki kematian misterius Sutrimo dengan melibatkan Puslabfor. Polisi telah memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap penyebab kematian. (Ist)

    ‎6 Hari Misteri Kematian Sutrimo Belum Terpecahkan, Polisi Libatkan Puslabfor

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Polda Metro Jaya terus mengusut penyebab meninggalnya Sutrimo yang diduga tidak wajar. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, hingga Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. ‎Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, tim penyidik telah melakukan olah tempat […]

  • Aliansi Tomas Pati menggelar doa bersama dan ikrar menjaga kondusivitas. Mereka membantah kegiatan tersebut digelar untuk meredam aksi demonstrasi. (And)

    Aliansi Tomas Pati Bantah Doa Bersama untuk Redam Demo

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle And
    • 0Komentar

    Pati, ReportaseNews — Sejumlah organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Tomas menggelar doa bersama di Alun-Alun Pati, Jumat malam (21/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 22 organisasi, di antaranya Lindu Aji, LSM Harimau, GRIB Jaya, Bolo Dewo Pati, dan Aliansi Pati Bangkit (APB). Acara yang dikemas dengan doa […]

  • Kasus penyiraman air keras di Cengkareng viral, dua pelaku pelajar ditangkap dalam waktu kurang dari 12 jam oleh polisi. Motif sakit hati usai kalah sepak bola. (Foto: ReportaseNews/HO-Subdit Resmob Polda Metro Jaya)

    Polisi Tangkap 2 Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras Viral di Cengkareng

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Aparat Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya bergerak cepat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap seorang remaja di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dua pelaku yang masih berstatus pelajar berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kejadian yang sempat viral di media sosial. ‎Peristiwa tersebut mencuat setelah rekaman kamera pengawas […]

  • IKA UNJ: Kurikulum Harus Jadi Benteng Moral Hadapi Bahaya Digital dan AI

    IKA UNJ: Kurikulum Harus Jadi Benteng Moral Hadapi Bahaya Digital dan AI

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar bagi pendidikan, tetapi juga membawa risiko terhadap karakter, keamanan, privasi, kesehatan mental, dan integritas akademik. Hal itu menjadi sorotan dalam Forum Diskusi Pedagogik (FDP) #1 Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) yang digelar secara hybrid, Rabu (26/8/2026). Ketua Bidang Pedagogik PP […]

  • Buronan narkoba Abdul Hamid alias Boy tiba di Gedung Bareskrim Polri setelah ditangkap tim Dittipidnarkoba di Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: RN/Tama)

    Naik Kursi Roda, Buronan Narkoba Abdul Hamid Tiba di Bareskrim Polri

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Buronan kasus narkotika, Abdul Hamid alias Boy, tiba di Gedung Bareskrim Polri pada Kamis (12/3/2026) malam setelah ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Pontianak, Kalimantan Barat. ‎Pantauan di lokasi, Boy tiba sekitar pukul 21.13 WIB dengan menggunakan kendaraan dan duduk di kursi belakang. ‎Saat kendaraan berhenti di halaman Gedung […]

  • Polri mengerahkan 322 peserta didik ke enam Polda untuk mengevaluasi strategi pencegahan Karhutla dan menyusun konsep operasi menghadapi kebakaran hutan. (Istimewa)

    322 Peserta Didik Polri Dikerahkan, Strategi Karhutla Bakal Dievaluasi

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polri mengerahkan 322 peserta didik Sespimti, Sespimmen, dan SPPK ke enam wilayah kepolisian daerah untuk mengevaluasi strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Pengerahan tersebut menjadi bagian dari Satgas Edukasi Karhutla Gelombang Kedua. Para peserta didik diberangkatkan usai mengikuti pembekalan dan apel di Gedung Bhadawa Lantai 2 STIK-PTIK, Jakarta, Senin (7/9/2026). […]

expand_less