Breaking News
Trending Tags

Polisi Tangkap 2 Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras Viral di Cengkareng

  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews — Aparat Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya bergerak cepat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap seorang remaja di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dua pelaku yang masih berstatus pelajar berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kejadian yang sempat viral di media sosial.

‎Peristiwa tersebut mencuat setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga beredar luas. Dalam video itu, korban diserang saat hendak pulang, memicu kecaman publik sekaligus percepatan penyelidikan oleh kepolisian.

‎Panit Unit 3 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, IPTU Teuku M DzakI Harasyad, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini.

‎“Kami dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya merespons cepat aksi penyerangan air keras di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, yang viral di media sosial pada Minggu sore kemarin,” ujar DzakI, Senin (27/4/2026).

‎“Di bawah pimpinan Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, kurang dari 12 jam, anggota berhasil mengamankan dua orang pelaku di dua lokasi yang berbeda di wilayah Jakarta Barat,” lanjut dia.

‎Kedua pelaku berinisial DM dan MG ditangkap di lokasi berbeda di wilayah Jakarta Barat, masing-masing di Cengkareng dan Kembangan. Meski sempat diwarnai penolakan dari pihak keluarga, proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.

‎Awalnya, pelaku membantah keterlibatan mereka. Namun, setelah polisi menunjukkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, keduanya akhirnya mengakui perbuatannya.

‎Polisi juga menemukan barang bukti berupa cairan kimia jenis asam klorida yang digunakan dalam aksi tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, cairan itu telah dimiliki pelaku sejak lama dan diperoleh melalui pembelian di platform lokapasar atau e-commerce.

‎Dari pemeriksaan, terungkap bahwa motif penyerangan dipicu rasa sakit hati. Pelaku tersinggung setelah diejek korban dan rekannya usai mengalami kekalahan dalam pertandingan sepak bola.

‎“Kedua pelaku berinisial MG dan DM yang masih berstatus pelajar ini melakukan aksi penyerangan lantaran sakit hati karena kalah dalam pertandingan bola,” kata dia.

‎Dalam kondisi emosi, pelaku mengambil cairan berbahaya tersebut dari rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian, lalu menyiramkannya ke arah korban.

‎”Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Mini seri “Generation War” menuai kontroversi global meski meraih International Emmy. Drama Perang Dunia II ini menyoroti sisi manusiawi sekaligus kritik sejarah Jerman Nazi. (ZDF)

    Unsere Mütter, Unsere Väter: Antara Pahlawan, Pengkhianat, dan Korban Sejarah PD II

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Mini seri asal Jerman, Generation War (Unsere Mütter, unsere Väter), film apik yang pernah menjadi sorotan setelah memicu perdebatan luas di berbagai negara, meski berhasil meraih penghargaan bergengsi International Emmy Awards. ‎Serial tiga episode yang memiliki judul asli ‘Unsere Mütter, unsere Väter‘ ini mengangkat kisah lima sahabat di Berlin pada 1941, di […]

  • Kapolri Pastikan Bripda MS Dihukum Setimpal Usai Aniaya Siswa MTS Hingga Tewas

    Kapolri Pastikan Bripda MS Dihukum Setimpal Usai Aniaya Siswa MTS Hingga Tewas

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons kasus penganiayaan maut yang melibatkan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda MS, terhadap seorang pelajar berinisial AT (14). Jenderal bintang empat ini menegaskan tindakan brutal yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil ini telah mencoreng kehormatan Korps Bhayangkara. Kemarahan Kapolri mencuat setelah Bripda MS ditetapkan sebagai tersangka oleh […]

  • Bareskrim Polri mengungkap produksi kosmetik ilegal bermerkuri di Bogor. Tiga orang diamankan, ratusan produk disita. (Ist)

    Kosmetik Ilegal Bermerkuri Dibongkar Bareskrim di Bogor

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Tim Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap praktik produksi dan distribusi kosmetik ilegal tanpa izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, tiga orang diamankan bersama puluhan barang bukti yang diduga mengandung bahan berbahaya. ‎Pengungkapan kasus ini bermula […]

  • KPK Bongkar Modus Apartemen Mewah Jadi Gudang Suap Bea Cukai Rp40,5 Miliar

    KPK Bongkar Modus Apartemen Mewah Jadi Gudang Suap Bea Cukai Rp40,5 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap taktik baru yang dilakukan oknum pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk menyembunyikan harta hasil kejahatan. Bukan disimpan di rekening bank atau rumah pribadi, para tersangka diduga menyewa sejumlah unit apartemen khusus yang dijadikan sebagai safe house atau gudang penyimpanan uang tunai dan emas batangan senilai Rp40,5 […]

  • Polisi meningkatkan patroli Operasi Ketupat di Bukit Lawang, Langkat. Pengamanan dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan selama libur Lebaran. (Foto: RN/Irfan Poerba)

    Patroli Ketupat Diperketat, Wisata Bukit Lawang Bahorok Lebih Aman

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Irfan Poerba
    • 0Komentar

    Langkat, ReportaseNews — Aparat dari Polsek Bahorok bersama Pos Pengamanan memperkuat patroli di kawasan wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Minggu (22/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan pengunjung selama Operasi Ketupat. ‎Petugas melakukan patroli jalan kaki serta patroli dialogis di sejumlah titik keramaian. Selain itu, polisi juga melakukan pengawalan aktivitas tubing […]

  • Perempuan Purbalingga menempuh jalur hukum usai anaknya diduga tidak diakui oknum TNI. Kuasa hukum dorong tes DNA demi kepastian status anak. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Oknum TNI Diduga Abaikan Anak, Ibu Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Purwokerto, ReportaseNews — Seorang perempuan asal Purbalingga, Serliani Cahya Ningrum (22), memilih menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak anaknya yang diduga tidak diakui oleh ayah biologisnya, seorang anggota TNI berinisial F berpangkat Pratu. ‎Langkah tersebut diambil setelah Serliani mendatangi Klinik Hukum Peradi SAI di Purwokerto pada Senin (13/4/2026) guna mencari kepastian hukum atas status anaknya. […]

expand_less