Lurah Bantarsoka di Purwokerto Ajak Warga Rutin Cegah DBD dari Rumah
- calendar_month 36 menit yang lalu
- print Cetak

Kelurahan Bantarsoka, Banyumas, rutin menggelar PSN secara bergilir untuk mencegah DBD dengan melibatkan PKK, kader Jumantik, Puskesmas, dan warga. (Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purwokerto, ReportaseNews — Upaya mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, dilakukan dengan menggerakkan warga secara rutin melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Kegiatan PSN digelar di RW 7 Kelurahan Bantarsoka, Jumat (18/9/2026), dengan melibatkan sekitar 30 anggota PKK Kelurahan Bantarsoka, kader Jumantik RW 7, serta pendampingan dari Puskesmas dan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bantarsoka.
Lurah Bantarsoka Winarni Esos mengatakan PSN menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan. Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir di sejumlah RW agar upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat menjangkau seluruh wilayah kelurahan.
“PSN ini rutin untuk Pokja PKK Kelurahan Bantarsoka. Setiap bulan sekali kami keliling, dan tempatnya bergilir dari satu RW ke RW lainnya,” kata Winarni, Jumat (18/9/2026).
Menurut Winarni, pelaksanaan PSN tidak bergantung pada musim. Kegiatan tersebut tetap dilakukan baik saat musim kemarau maupun musim hujan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
“PSN itu tidak hanya musim kemarau atau musim hujan, tetapi setiap bulan sudah rutin. Tempatnya bergilir, misalnya bulan ini RW 1, bulan berikutnya RW 2 dan seterusnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, kader PKK bersama Jumantik melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah. Mereka memantau tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk sekaligus mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
Winarni menilai keterlibatan kader Jumantik menjadi bagian penting dalam menggerakkan masyarakat. Koordinasi antara pemerintah kelurahan, kader, dan warga dinilai membantu membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
“Dampaknya sangat luar biasa. Kami dari kelurahan tidak mungkin turun sendiri. Kami dibantu kader-kader, terutama kader Jumantik. Masyarakat jadi lebih sering bersih-bersih lingkungan,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya kasus DBD untuk mulai melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Menurutnya, kebersihan lingkungan perlu dijaga secara konsisten, khususnya pada lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Saya mengajak masyarakat Bantarsoka yang saya cintai dan saya banggakan untuk selalu menjaga kebersihan, terutama lingkungan masing-masing,” kata Winarni.
Winarni berharap kegiatan PSN yang dilaksanakan secara rutin dan bergilir dapat mempertahankan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari pencegahan DBD di wilayah Kelurahan Bantarsoka.
(Kus)
- Penulis: Kus
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar