Ledakan SPBE Bekasi, 19 Rumah Rusak 17 Terluka
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- print Cetak

Ledakan SPBE di Bekasi merusak 19 rumah dan 13 kendaraan. Sebanyak 17 warga mengalami luka bakar, sementara BPBD masih menyelidiki sumber ledakan. (Foto: Tangkapan Layar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bekasi, ReportaseNews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi memperbarui data kerusakan akibat ledakan yang disertai kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan PU, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi. Dampak insiden tersebut tidak hanya mengenai rumah warga, tetapi juga kios dan sejumlah lapak usaha di sekitar lokasi.
BPBD mencatat total 19 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa fasilitas usaha kecil ikut terbakar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid, menjelaskan rincian kerusakan berdasarkan pendataan sementara.
”(Total 19 rumah) Rinciannya kerusakan infrastruktur, 15 rumah tinggal yang berada di RT 02 RW 003 dan empat rumah serta dua kios di RT 01 RW 003, kemudian lapak rongsok, gerobak dan lapak nasi goreng dan warung kopi,” ujar Idham dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/4/2026).
Selain bangunan, BPBD juga mencatat kerusakan pada kendaraan. Sebanyak 13 unit dilaporkan hangus terbakar akibat kejadian tersebut.
”Ada enam truk milik SPBE dan tujuh sepeda motor rusak berat (terbakar),” kata Idham.
Sebanyak 17 warga mengalami luka bakar dan telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. Para korban dirawat di RS Kartika Husada, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD Kota Bekasi, RS Citra Arafiq, dan RS Satria Medika.
”17 orang korban mengalami luka bakar dirawat di sejumlah rumah sakit,” tuturnya.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam itu diduga bermula dari area gudang penyimpanan gas elpiji. Api kemudian dengan cepat menyebar dan membakar area sekitar.
”Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari bagian gudang penyimpanan gas elpiji, kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan area tersebut,” ujar Idham.
Hingga kini, BPBD belum dapat memastikan nilai kerugian akibat insiden tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar