Jakarta,reportasenews.com – Terkendala pembebasan lahan, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan akan alami keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan tahun 2019 ke 2020. Pembebasan lahan sampai saat ini baru 54 persen.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan hal itu di kantor Kementerian Perekonomian Jakata, Senin (19/2).

“Kalau pembangunan sih molor. Karena pembebasan lahannya juga lambat. Karena kita baru dapat penlok (penetapan lokasi) pada 31 Oktober 2017, dan sampai sekarang ini kan masih banyak pebebasan lahan yang harus diminta persetujuan dari kementerian Kehutanan,” kata Rini.

Rini menjelaskan progres pembebasan lahan kereta cepat ini baru 54 persen dengan rincian 55 kilometer (km) sudah diserahkan kepada pihak kontraktor.

Sementara, 22 km sudah persiapan tahap pembangunan, dan 33 km persiapan land clearing.

Ia menambahkan, penyelesaian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa dilakukan 32 bulan terhitung pada Februari ini atau selesai pada Oktober 2020.(*)