Depok,reportasenews.com – Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dari 22 kota/kabupaten yang ada di wilayahnya paling banyak menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah Kota Depok, yakni, sebanyak 319 orang.
Sedangkan Kabupaten Bandung sebanyak 236 kasus, Kota Cimahi sebanyak 200 kasus, Kabupaten Bogor sebanyak 198 kasus, Kabupaten Sumedang sebanyak 193 kasus, Kota Bandung sebanyak 132 kasus, Kabupaten Bandung sebanyak 129 kasus, dan Kota Bogor sebanyak 118 kasus.
“Itulah rinciannya. Yang paling banyak ialah Kota Depok,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Provinsi Jabar Widyawati, Rabu (30/1/2019).
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menuturkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui RSUD Depok hingga kini masih menangani penderita DBD yang harus dirawat. “Kalau laporan dari teman-teman di lapangan masih tertangani. Saya berterima kasih kepada Rumah Sakit lain, tapi dari kami, RSUD sampai hari ini masih tertangani,” kata Pradi di Balaikota Depok, Kamis (30/1/2019).
Pradi menjelaskan, dari ratusan penderita DBD yang dirawat inap di RSUD Depok sejak awal Januari 2019 sudah ada sejumlah penderita yang diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.
Ketika ditanya mengenai penanganan, Pradi kembali melontarkan RSUD Depok masih dapat menampung kalau ada warganya yang menderita DBD.
“Ada yang dirawat dan ada pula yang menjalani rawat jalan. Yang pasti secara maksimal akan ditangani,” ucapnya.
Pradi meminta masyarakat lebih waspada mengenai keberadaan nyamuk Aedes Aegypti yang gigitannya juga dapat memicu Cikungunya. “Nyamuk bukan hanya ada di luar rumah, namun juga ada di dalam rumah dan sering enggak kita sadari. Contohnya di belakang kulkas, dispenser, tempat baju kotor, dan kaleng-kaleng,” ujarnya.
Saat ditanya apakah DBD telah menelan korban jiwa, ungkap Pradi, kalau dari catatan Dinkes Kota Depok belum ada penderita DBD yang dirawat lalu meninggal. (jan/ltf)

