Strategi Mempertahankan Keunggulan

Kemenangan atas Vietnam sekaligus merupakan kali kedua Timnas mampu mempertahankan keunggulan. Yang pertama pada saat mengatasi Singapura pada pertandingan terakhir fase grup lalu. Sebelumnya, Timnas urung mengamankan poin maksimal karena gagal mempertahankan keunggulan ketika bersua tuan rumah Filipina. Sebelum itu, Timnas juga tak mampu mempertahankan kedudukan imbang sewaktu bertemu Thailand pada partai pertama.

Keberhasilan mengamankan keunggulan, yang akhirnya berbuah kemenangan penting atas Vietnam ini, adalah kemajuan yang layak disyukuri dan diapresiasi. Tim Garuda telah memperlihatkan peningkatan dalam grafik permainan. Ini sesuatu yang sangat positif!

Coach Alfred Riedl pasti telah memiliki banyak catatan, banyak bahan evaluasi sebagai bekal menghadapi laga leg kedua di Hanoi nanti.

Tanpa bermaksud mengajari tim pelatih, agaknya Timnas wajib menemukan formula dan jurus efektif untuk meredam agresivitas dan kecepatan para pemain Vietnam apalagi saat mereka tampil di kandang sendiri.

Hemat saya, meladeni Vietnam bermain dalam tempo tinggi sepanjang waktu normal, dan di setiap lini, boleh jadi bukan opsi yang paling efektif. Sebaliknya, kombinasi antara man-to-man marking di lapangan tengah, dan zonal marking di depan barisan pertahanan, sambil terus berusaha mengatur tempo, lebih berpotensi untuk menumpulkan permainan Vietnam. Tentu saja ada syaratnya. Yaitu, para pemain tetap disiplin menjaga jarak atau kerapatan antar lini, khususnya antara lini pertahanan dengan barisan tengah.

Menutup secara ketat ruang dan pergerakan gelandang andalan Vietnam, L. Xuan Truong, dan second striker (pemain bertipe nomor 8) Nguyen Van Quyet akan sangat membantu mengeliminir tekanan yang bisa berpotensi menjadi peluang gol bagi mereka. Juga, supply bola maupun umpan yang diarahkan pada striker andalan mereka Le Cong Vinh akan mudah dipotong, setidaknya lebih gampang diprediksi.