Pasuruan, reportasenews.com – Jelang musim mudik dan balik Lebaran tahun ini, tol Rembang-Pasuruan (seksi 2), dimanfaatkan untuk pemudik. Kepastian tersebut sudah difungsionalkan oleh pihak Transmarga Jatim pada Jumat (8/6/2018) pagi. Bahkan pemudik tidak dikenakan tarif melintas di tol Gempol-Pasuruan (Gempas) yang menghubungkan kawasan Gempol, Bangil, Rembang dan Pasuruan, Jawa Timur.
Pengoperasian jalur ini, menambah daftar tol yang telah dibuka di beberapa daerah. Tahun sebelumnya tol Gempas Seksi 1 Gempol-Rembang telah dibuka dan saat ini telah beroperasi secara normal. Sekedar diketahui, untuk tol Gempas Seksi 1 terbagi dalam dua paket yakni A1 (Gempol Junction-Bangil, sepanjang 6,8 km) dan A2 (Ruas Bangil-Rembang, sepanjang 7,1 km).
Pimpinan Proyek tol Gempas, Mulyono menjelaskan, seksi 2 tol Rembang-Pasuruan dapat dilalui para pemudik sejak H-7 hingga H+7 lebaran. Tol Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 km itu, untuk musim lebaran kali ini dikenakan tarif Rp 0 alias gratis.“Hari ini tol sudah dioperasionalkan dan bagi pengguna tol, gratis,” papar Mulyono.
Pengoperasionalan tol Gempas seksi 2 ini ditegaskan untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik ataupun arus balik lebaran. Seksi 2 konstruksi pembangunan sudah mendekati 100%.
Pemudik yang memanfaatkan tol Rembang-Pasuruan ini, nantinya akan keluar di exit tol termasuk wilayah Kelurahan Pohjentrek, Kota Pasuruan.
Hanya saja, pemudik yang melintas di jalur ini, sepertinya dituntut hati-hati, karena beberapa lampu penerangan dan rambu lalulintas terbilang masih kurang.
Tol Rembang-Pasuruan, hari ini secara resmi telah dioperasionalkan, pada musim mudik lebaran tahun ini. Selain dikenakan tarif gratis, di jalur baru ini ada rest area di titik KM 64, yang bisa dimanfaatkan para pemudik.
Rest area dibangun secara sederhana, untuk fungsional arus mudik dan balik ini. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di sini sudah memenuhi kriteria atau standarisasi sebagaimana ketentuan. Bahkan, TIP ini ada dua, saling berseberangan di jalur tol Rembang-Pasuruan. Selain menggunakan tenda, bangunannya juga terbuat dari kontainer yang sudah dimodifikasi secara apik.
Juga digunakan menjadi ritel modern, dilengkapi mushalla, dan bahkan untuk pom bensin mini. Ritel modern yang ada di TIP ini sudah menjual berbagai kebutuhan makanan dan minuman, yang memungkinkan dibutuhkan pemudik. Sementara, untuk pom bensin mini ini, pihak Pertamina hanya menyediakan BBM jenis Pertalite dan Dex. (abd)
Attachments area

