Biasanya Mahheru pulang setiap satu bulan sekali dan menghabiskan tiga hari bersama keluarga di kediamannya, Jalan Perintis RT 03/RW 03 Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok.
“April kemarin dia mulai pindah ke Babel. Biasanya dia pulang satu bulan sekali, pulang Jumat, terus Senin pagi balik lagi. Kemarin ke Jakarta pas ada kegiatan di kantor pusat. Saya tahu karena saya pegawai BPN pusat juga,” ujarnya.
Menurutnya Mahheru selalu memilih penerbangan yang berangkat pukul 09.00 WIB, namun kala itu dia harus menghadiri kegiatan di BPN Bangka Belitung sehingga memilih penerbangan pagi.
Budi sendiri tak menyangka bahwa sahabat yang dia ajak membeli rumah di Kelurahan Kalimulya itu lebih dulu meninggalkannya.
“Biasanya dia selalu milih penerbangan yang jam sembilan. Tapi karena di BPN Babel lagi ada kegiatan jadi dia berangkat pagi. Enggak menyangka dia bakal jadi korban kecelakaan. Dulu saya yang ajak dia biar beli rumah di sini, makannya tetanggaan,” tuturnya.
Keluarga, kata Budi, sempat sulit menerima kenyataan dan akhirnya ikhlas untuk menggelar tahlilan pada Senin (29/10/2018) guna mendoakan Mahheru dan korban lainnya.
“Anaknya ada dua, perempuan semua. Sekarang keluarga sudah ikhlas, kita menunggu kabar dari RS Polri Kramat Jati soal hasil identifikasinya. Mohon doa yang terbaik saja,” ucap adik kandung Mahheru, Purnomo (39). (jan/ltf)

