Amerika, reportasenews.com: Perusahaan Uber mengatakan akan memberi bantuan sebesar $ 3 juta bagi sopir mereka yang terkena kasus hukum imigrasi akibat imbas peraturan melarang imigran dan muslim memasuki AS.
Pernyataan ini dibuat Travis Kalanick CEO dari Uber menyikapi kegaduhan besar usai keputusan melarang imigran dan muslim masuk AS, termasuk pemegang “green card” sah.
Dana itu dibuat untuk sopir Uber yang akan terkena dampak serius akibat larangan Trump, dan juga jasa penerjemah bagi mereka. Peraturan imigrasi terbaru Donald Trump disebut sebagai “salah, dan tidak adil” sehingga dapat memberi dampak serius kepada perusahaan.
Dalam postingan di Facebook, Travis Kalanick menyebutkan akan memberi dukungan kepada sopir mereka yang merupakan imigran dari Iran, Iraq, Libya, Somalia, Sudan, Syria atau Yaman yang mungkin akan dipaksa pergi akibat peraturan itu selama 90 hari kedepan sesuai peraturan. Hal ini akan membuat keluarga mereka tidak dapat mencari nafkah. .
Uber akan memberikan bantuan hukum selama 24/7 kepada sopir mereka yang terkena sanksi dari imigrasi. Perusahaan juga akan memberikan pengganti biaya hidup bagi keluarga yang terpaksa ditinggalkan akibat mereka tidak bekerja.
Uber juga mendesak pemerintah AS agar segera memulihkan hak warganegara AS entah darimana mereka berasal dahulu. Uber membuka layanan bantuan hukum bagi semua sopir mereka dan dipersilahkan menghubungi layanan hotline yang telah mereka buka (HSG)

