1,48 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat Mudik
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

Sebanyak 1,48 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek pada arus mudik Lebaran 2026. Jasa Marga mencatat lonjakan signifikan hingga 30,1 persen dibandingkan kondisi normal. (Foto: Jasa Marga)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A Purwantono, mengungkapkan lonjakan arus mudik Lebaran 2026 dari wilayah Jabotabek mencapai angka signifikan.
Berdasarkan data periode H-10 hingga H-3 Idul Fitri 1447 H atau 11–18 Maret 2026, total kendaraan yang keluar dari Jabotabek tercatat sebanyak 1.483.703 unit.
“Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 30,1 persen jika dibandingkan dengan lalin normal yang 1.140.021 kendaraan,” ujar Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Angka tersebut dihimpun dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama menuju Trans Jawa, Kalihurip Utama arah Bandung, Cikupa ke arah Merak, serta Ciawi menuju kawasan Puncak.
Rivan menjelaskan, jumlah kendaraan yang sudah meninggalkan Jabotabek itu setara 42 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode arus mudik 11–31 Maret 2026.
Distribusi Lalu Lintas Didominasi Arah Timur
Mayoritas kendaraan bergerak ke arah timur. Sebanyak 788.710 kendaraan atau 53,1 persen menuju Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, 402.945 kendaraan (27,2 persen) mengarah ke Merak, dan 292.048 kendaraan (19,7 persen) menuju Puncak.
Untuk jalur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tercatat 523.223 kendaraan atau melonjak 132,4 persen dari kondisi normal.
Sedangkan arus menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama di ruas Jalan Tol Cipularang mencapai 265.487 kendaraan, naik 6,8 persen.
“Total lalin menuju Trans Jawa dan Bandung melalui kedua gerbang tol tersebut mencapai 788.710 kendaraan atau meningkat 66,5 persen dari lalin normal,” jelasnya.
Puncak Arus Mudik Terjadi H-3 Lebaran
Jasa Marga mencatat puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3/2026). Pada hari tersebut, volume kendaraan keluar Jabotabek mencapai 270.315 kendaraan.
Jumlah ini meningkat 98,3 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 136.326 kendaraan, serta lebih tinggi 4,62 persen dibandingkan puncak mudik tahun sebelumnya yang mencapai 258.383 kendaraan.
Hingga saat ini, angka tersebut menjadi rekor tertinggi selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, rekayasa lalu lintas diterapkan di sejumlah ruas tol. Kebijakan tersebut meliputi sistem satu arah (one way) nasional hingga contraflow.
“Hingga saat ini masih berlangsung rekayasa lalu lintas one way dan contraflow melalui diskresi Kepolisian. Pemberlakuan ini berdasarkan data volume lalu lintas kendaraan yang meningkat signifikan dari arah Jakarta menuju Semarang, pantauan visual CCTV dan laporan petugas Kepolisian di lapangan,” ujar Rivan. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar