Jelang Musim Haji, Permintaan Uang Real Pecahan Kecil Meningkat
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purwokerto, ReportaseNews – Menjelang musim keberangkatan ibadah haji, aktivitas penukaran uang asing di berbagai daerah di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, calon jamaah haji bahkan rela berdesakan demi mendapatkan uang riyal Arab Saudi pecahan kecil yang dinilai lebih praktis untuk kebutuhan selama di Tanah Suci.
Keramaian terlihat di kawasan halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Rabu (30/04/2026) pagi. Puluhan calon jamaah haji memadati lapak penjualan atribut haji sekaligus jasa penukaran uang asing. Mereka berburu pecahan kecil, terutama nominal 5 dan 10 riyal, untuk memudahkan transaksi sehari-hari selama berada di Arab Saudi.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang, Muhyiddin Rudi, mengatakan permintaan uang pecahan kecil meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Hingga kini, total distribusi uang riyal yang telah disalurkan mencapai sekitar 22 juta riyal.
“Jamaah lebih membutuhkan pecahan kecil seperti 5 dan 10 riyal karena lebih mudah digunakan untuk transaksi harian,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai tukar yang diterapkan di lapaknya mengikuti pergerakan dolar Amerika Serikat. Saat ini, kurs untuk pecahan kecil berada di kisaran Rp5.100 per riyal, yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kurs resmi perbankan.
Meski demikian, banyak calon jamaah tetap memilih menukar uang di lapak tersebut karena dinilai lebih praktis dan mudah dijangkau.
Salah satunya Evi, calon jamaah haji asal Banyumas, yang menukar uang sebesar Rp510 ribu dan mendapatkan 20 lembar pecahan 5 riyal.
“Saya pilih di sini karena lebih praktis. Untuk uang saku di Arab Saudi, biar lebih mudah saat transaksi,” katanya.
Evi mengaku tidak mengetahui secara pasti selisih kurs antara penukaran di lapak dan di bank, namun kemudahan akses menjadi pertimbangan utama.
Peningkatan aktivitas penukaran uang ini diperkirakan akan terus terjadi hingga mendekati jadwal keberangkatan jamaah haji. Masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan nilai tukar serta memastikan keamanan transaksi, terutama jika melakukan penukaran di luar lembaga resmi.(Kus/RN-04).
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar