Dari 25 Ayam, Warga Banyumas Kantongi Rp20 Juta per Bulan
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Kisah warga Banyumas mengembangkan usaha ternak ayam Elba dari 25 ekor hingga menghasilkan omzet Rp20 juta per bulan saat pandemi. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Tekanan ekonomi saat pandemi tidak selalu berujung pada keterpurukan. Sebagian warga justru menemukan peluang baru, seperti yang dilakukan Syahri Mukhtarom, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Syahri mengembangkan usaha ternak ayam Elba yang kini mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Usaha tersebut bermula dari skala kecil dengan memanfaatkan lahan kosong di samping rumahnya.
Dengan modal terbatas sekitar Rp200.000, ia membeli 25 ekor ayam untuk dibudidayakan. Keputusan itu diambil di tengah ketidakpastian ekonomi saat pandemi Covid-19.
“Awalnya coba-coba saja karena melihat lahannya ada dan perawatannya relatif mudah,” ujar Syahri, Jumat (1/5/2026).
Seiring berjalannya waktu, jumlah ternaknya terus bertambah. Kini, ia memelihara sekitar 200 ekor ayam. Selain menjual telur, Syahri juga mengembangkan pasar dengan memproduksi DOC (day old chick) ayam Elba yang diminati pembeli.
Tak berhenti di situ, ia turut menawarkan indukan ayam siap produksi dalam bentuk paket. Skema ini dinilai menarik bagi peternak pemula yang ingin memulai usaha serupa.
Dalam operasionalnya, Syahri menekankan pentingnya perawatan kandang dan pola pemberian pakan yang konsisten. Ia rutin memberi pakan dua kali sehari serta menambahkan ramuan herbal untuk menjaga kesehatan ternak.
“Kebersihan kandang itu utama, pakan harus teratur, dan saya tambahkan herbal supaya ayam tetap sehat,” jelasnya.
Berkat ketekunan dan pengelolaan yang disiplin, usaha ternak ayam Elba miliknya kini mampu menghasilkan omzet hingga Rp20 juta per bulan.
Kisah Syahri menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya sederhana, jika dikelola dengan konsisten, dapat berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan, bahkan di tengah kondisi sulit. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar