Breaking News
Trending Tags

807 Ekor Burung Gagal Diselundupkan Pakai Truk Ekspedisi di Pelabuhan Bakauheni

  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lamsel, ReportaseNews –Petugas Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung menggagalkan modus baru penyelundupan satwa liar dengan menyembunyikan 807 ekor burung di bagian sasis bawah, kabin, hingga atas kabin kendaraan jasa pengiriman paket di kawasan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (14/6/2026) dini hari.

Pengungkapan kasus penyelundupan itu berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas pengangkutan satwa tanpa dokumen resmi.Berdasarkan laporan itu, petugas mencegat truk ekspedisi yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa pada pukul 02.30 WIB. Saat muatan truk dibongkar, petugas menemukan 807 ekor burung yang dikemas dalam 13 keranjang plastik dan sembilan belas kardus.

Kepala Karantina Lampung Donni Muksydayan menjelaskan, ratusan satwa tersebut diangkut dari Palembang dengan tujuan akhir Tangerang. Pengiriman ini tidak dilaporkan ke petugas karantina dan tidak dilengkapi dokumen wajib seperti sertifikat veteriner, sertifikat karantina, dan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri.

Berdasarkan hasil identifikasi bersama lembaga mitra, sebanyak 45 ekor di antaranya satwa dilindungi yang terancam punah, meliputi 22 ekor Cica Daun Sayap Biru, 33 ekor Cica Daun Sumatra, empat ekor Cica Daun Kecil, satu ekor Cica Daun Besar, dan lima ekor Serindit Melayu.

Sementara 742  ekor lainnya burung tidak dilindungi dari berbagai jenis seperti Burung Kacamata, Madu Pengantin, Madu Kelapa, hingga Kepodang.

Penyelundupan dengan cara menyembunyikan satwa di sasis kendaraan ini dinilai membahayakan kelangsungan hidup satwa itu sendiri maupun bagi kesehatan manusia.

Ruang sasis yang sempit, panas, dan terpapar polusi kendaraan berpotensi memicu stres pada burung hingga menyebabkan kematian massal, sekaligus meningkatkan risiko penularan zoonosis di sepanjang jalur distribusi.

“Dari pemeriksaan, diketahui satwa-satwa tersebut berasal dari Palembang dan akan dikirim ke Tangerang tanpa dilaporkan ke petugas karantina dan tidak dilengkapi dokumen karantina yang dipersyaratkan,” kata ujar Donni Muksydayan.

Dia mengatakan ketentuan karantina bukan hanya soal administrasi, tetapi bagian dari sistem pelindungan agar lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan tidak menimbulkan risiko penyebaran hama dan penyakit yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi hewan maupun manusia.

Dalam operasi ini, petugas Karantina Lampung menahan dua orang sopir yang bertindak sebagai kurir lapangan. Dari pemeriksaan awal, kedua pelaku mengaku mendapat upah Rp1,2 juta setelah satwa tersebut tiba di alamat tujuan. Saat ini, kedua sopir dan truk ekspedisi diamankan sebagai barang bukti.

Guna menyelamatkan ratusan nyawa satwa itu dari dampak stres berkepanjangan, Karantina Lampung berkoordinasi dengan FLIGHT Protecting Indonesia’s Birds untuk memverifikasi jenis burung. Selanjutnya, satwa liar itu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk mendapatkan penanganan medis sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di hutan Sumatera. (RN-03)

  • Penulis: RN-03

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Polda Sumut Kejar Pemilik Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina, Periksa PT Hexindo Adiperkasa

    Polda Sumut Kejar Pemilik Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina, Periksa PT Hexindo Adiperkasa

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap aktor intelektual di balik aktivitas tambang emas ilegal di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal) Madina). Meski operasi penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Brimob dan Ditreskrimsus pada Senin (2/3/2026) lalu berhasil mengamankan belasan orang, hingga saat ini tersangka […]

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan 1,2 juta tabung LPG 3 Kg tambahan jelang Idul Adha 1447 H untuk menjaga pasokan energi masyarakat tetap aman. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

    Pertamina Sumbagut Siapkan 1,2 Juta LPG Jelang Idul Adha

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Agus
    • 0Komentar

    Batam, ReportaseNews — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Total tambahan yang disiapkan mencapai 1.265.600 tabung atau setara 3.797 metrik ton. ‎Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat saat momentum Idul Adha, terutama untuk aktivitas memasak, pengolahan daging kurban, […]

  • Sony Sanjaya Klaim Kantongi 26 Nama, Pejabat dan Politikus Kompak Bantah

    Sony Sanjaya Klaim Kantongi 26 Nama, Pejabat dan Politikus Kompak Bantah

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polemik kasus korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin memanas setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). ‎Langkah tersebut membuka babak baru dalam penyidikan perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum. Melalui kuasa hukumnya, Sony disebut telah mengungkap puluhan nama yang […]

  • Dude Harlino dan Alyssa Soebandono diperiksa Bareskrim terkait dugaan penipuan PT Dana Syariah Indonesia senilai Rp2,4 triliun dengan korban lebih dari 15.000 orang. (Foto: RN/Tama)

    Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Dude Harlino-Alyssa Soebandono Dipanggil Bareskrim

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pasangan artis Dude Harlino dan Alyssa Soebandono memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri pada Kamis (2/4/2026). Keduanya tiba di Gedung Bareskrim sekitar pukul 09.10 WIB untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan penipuan PT Dana Syariah Indonesia (DSI). ‎Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitas keduanya sebagai saksi. Mereka sebelumnya diketahui pernah mempromosikan perusahaan tersebut sebagai Brand […]

  • Ban Pecah di Tol Jakarta-Merak, Truk Padi Terguling, Sopir Patah Tulang

    Ban Pecah di Tol Jakarta-Merak, Truk Padi Terguling, Sopir Patah Tulang

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Serang, ReportaseNews – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tronton tangki elpiji Pertamina dan truk Colt Diesel bermuatan padi terjadi di Kilometer 76.600 Tol Jakarta-Merak, Serang, Banten, Senin (16/3/2026) siang. Insiden yang terjadi tepat pada H-4 menjelang Lebaran 2026 ini mengakibatkan kemacetan panjang di lajur menuju Merak serta menyebabkan pengemudi truk pengangkut padi mengalami luka […]

  • Diduga Dianiaya, Seorang Pria Tewas di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina

    Diduga Dianiaya, Seorang Pria Tewas di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Seorang pria paruh baya ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi luka lebam di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik Haji Endang, Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/4/2026). Korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut diduga menjadi korban penganiayaan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit […]

expand_less