3 Minggu Hadapi Karhutla, Kemenhut Perkuat Kesehatan Manggala Agni
- calendar_month 6 menit yang lalu
- print Cetak

Kemenhut memperkuat perlindungan kesehatan 65 personel Manggala Agni Pontianak yang hampir tiga minggu menangani karhutla di Kalimantan Barat. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianak, ReportaseNews — Hampir tiga minggu berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi kesehatan personel Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak menjadi perhatian Kementerian Kehutanan. Dukungan kesehatan diperkuat agar personel tetap aman dan mampu menjalankan operasi di tengah paparan panas, asap, serta kelelahan.
Kementerian Kehutanan melalui tim medis Klinik Pratama Manggala Wanabakti melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap personel Manggala Agni di Markas Daops Pontianak, Kecamatan Rasau Jaya. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kondisi pernapasan, hingga konsultasi medis.
Selain pemeriksaan kesehatan, Kementerian Kehutanan menyerahkan multivitamin, nutrisi tambahan, dan oksigen portabel untuk mendukung kondisi fisik personel selama operasi pengendalian karhutla.
Sebanyak 65 personel Manggala Agni Daops Pontianak saat ini diperkuat 15 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi. Mereka bekerja bersama TNI, Polri, BNPB, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan sejumlah unsur lainnya.
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan, Suharyono, mengatakan kondisi personel menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasi.
“Operasi sudah berjalan hampir tiga minggu. Kita harus memastikan personel yang berada di garis depan tetap sehat dan dapat bekerja dengan aman,” kata Suharyono, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, personel di lapangan menghadapi berbagai risiko, mulai dari panas, paparan asap, kelelahan, hingga kondisi medan yang tidak ringan.
“Dukungan kepada Manggala Agni bukan hanya soal peralatan pemadaman dan logistik operasi, tetapi juga kesehatan, nutrisi, pemulihan kondisi fisik dan keselamatan personel,” ujarnya.
Suharyono menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini apabila terdapat personel yang membutuhkan penanganan medis atau waktu pemulihan sebelum kembali bertugas.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi turut memperhatikan keselamatan petugas yang berada di garis depan.
Kepala Daops Manggala Agni Pontianak, Taufik, mengatakan operasi yang berlangsung panjang membuat pengaturan kekuatan personel harus dilakukan secara cermat.
“Teman-teman sudah hampir tiga minggu berada dalam operasi. Setelah pemadaman, pekerjaan belum selalu selesai karena masih ada pendinginan dan patroli untuk memastikan api tidak kembali muncul,” kata Taufik.
Dia menilai dukungan personel BKO dari Sulawesi membantu menjaga kekuatan pasukan selama operasi berlangsung.
“Dalam kondisi seperti ini, stamina dan kesehatan anggota harus benar-benar dijaga. Pemeriksaan kesehatan membantu kami mengetahui kondisi personel, sementara tambahan BKO sangat membantu menjaga kekuatan pasukan di lapangan,” ujarnya.
Kementerian Kehutanan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam pengendalian karhutla di Kalimantan Barat, termasuk Manggala Agni, personel BKO dari Sulawesi, TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, MPA, relawan, dunia usaha, serta tenaga kesehatan.
Penguatan dukungan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan operasi pengendalian karhutla tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan petugas. Di tengah ancaman kebakaran yang masih harus diantisipasi, kondisi personel menjadi salah satu kunci agar pemadaman, pendinginan, dan patroli dapat dilakukan secara berkelanjutan.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar