ISPU Palembang Tembus 195, Pemkot Bagikan 16.500 Masker Gratis
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

ISPU Palembang mencapai 195 atau kategori tidak sehat. Pemkot Palembang membagikan 16.500 masker gratis untuk melindungi warga dari kabut asap karhutla. (Don)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palembang, ReportaseNews – Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 masker gratis kepada masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker dilakukan pada Senin (24/8/2026) pagi di sejumlah titik keramaian di Kota Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa turun langsung dalam kegiatan tersebut bersama Dandim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, Kajari Palembang Mohammad Nasir, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Tiga lokasi utama pembagian masker berada di Simpang Charitas, Simpang Lima Lampu Merah DPRD Sumsel, dan Simpang Lampu Merah Flyover Polda Sumsel.
Masing-masing titik mendapatkan 2.000 masker untuk dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Di Simpang Charitas, pembagian masker dipimpin Ratu Dewa. Sementara itu, Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin memimpin pembagian di Simpang Lima Lampu Merah DPRD Sumsel.
Adapun pembagian masker di kawasan Flyover Polda Sumsel dipimpin Asisten III Pemkot Palembang Ahmad Bastari Yusak.
Selain dibagikan di jalan, Pemkot Palembang mengalokasikan masker untuk sejumlah instansi. Kejaksaan Negeri Palembang, Kodim 0418/Palembang, dan Polrestabes Palembang masing-masing menerima 500 masker.
Pemkot Palembang juga menyalurkan masing-masing 500 masker ke 18 kecamatan untuk memperluas perlindungan masyarakat dari paparan udara yang tercemar.
Langkah tersebut diambil setelah kualitas udara Palembang menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.
Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Senin pagi menunjukkan angka 195. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Menurut Ratu Dewa, memburuknya kualitas udara tidak terlepas dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Dampak kondisi udara tersebut mulai terlihat dari meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang.
“Dampaknya sudah terasa di sektor kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat, sejak 1 hingga 21 Agustus 2026, jumlah kasus ISPA mencapai 9.313 kasus,” kata Ratu Dewa.
Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi kualitas udara dan meningkatkan perlindungan diri, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan polusi dan partikel dari kabut asap.
Ratu Dewa juga meminta seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Palembang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Masyarakat yang mulai mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” ujarnya.
Pemkot Palembang memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.
Kelompok tersebut meliputi lanjut usia, ibu hamil, balita, serta warga yang memiliki riwayat asma, penyakit jantung, diabetes, dan tuberkulosis (TB) paru.
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dalam kondisi darurat diminta segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Di sisi lain, seluruh OPD terkait diperintahkan meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang masih terjadi di Palembang.
(Don)
- Penulis: Don
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar