Karhutla Rusak Pipa Sungai Buloh, 1.314 KK Terdampak
- calendar_month 21 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kayong Utara, ReportaseNews – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Sebanyak 1.314 kepala keluarga (KK) di tiga desa terdampak akibat kerusakan jaringan pipa transmisi Sungai Buloh sepanjang 3.016 meter.
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara kini mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera memperbaiki jaringan tersebut. Percepatan penanganan dinilai penting agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan upaya tersebut melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) Pontianak pada Rabu (4/11/2026). Pertemuan itu membahas langkah penanganan kerusakan jaringan pipa yang merupakan aset pemerintah pusat.
Romi mengatakan, pemerintah daerah telah mengajukan permohonan perbaikan secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui surat Nomor 600.1/1940/DISPUPR/X/2026 tertanggal 28 September 2026.
“Kami terus berupaya dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar perbaikan jaringan pipa Sungai Buloh dapat segera direalisasikan karena ini memang aset pemerintah pusat,” ujar Romi, Jumat (6/11/2026).
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap usulan tersebut, mengingat kerusakan infrastruktur air bersih merupakan dampak bencana karhutla yang berimbas langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi atensi pemerintah pusat karena memang merupakan dampak bencana dari karhutla,” katanya.
Pemkab Kayong Utara memastikan akan terus mengawal proses koordinasi agar usulan perbaikan segera ditindaklanjuti. Pemulihan jaringan pipa Sungai Buloh diharapkan dapat mengembalikan layanan distribusi air bersih sekaligus meringankan beban 1.314 KK di tiga desa terdampak.
(Adi)
- Penulis: Adi
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar