Diduga Dianiaya, Seorang Pria Tewas di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Pria ini tewas diduga akibat dianiaya di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Selatan, Rabu (8/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Madina, ReportaseNews – Seorang pria paruh baya ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi luka lebam di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik Haji Endang, Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/4/2026).
Korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut diduga menjadi korban penganiayaan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan.
Kepala Desa Runding Abdullah Amin membenarkan adanya penemuan pria yang sudah dalam keadaan babak belur di area pengolahan limbah (tong) yang berada di perbatasan Kecamatan Panyabungan Barat dan Hutabargot tersebut.
Setelah melihat kondisi korban yang kritis, pihak desa segera mengevakuasi pria tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Belum diketahui motif kejadian, yang jelas pria itu saat kami temukan sudah babak belur di lokasi tong pengolahan limbah tambang emas,” kata Abdullah Amin kepada awak media.
Sayangnya, nyawa pria yang diduga warga sebagai pelaku pencurian tersebut tidak dapat tertolong setibanya di fasilitas kesehatan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia tak lama setelah sampai di ruang instalasi gawat darurat.
“Saat di rumah sakit pria itu dinyatakan tewas dan saat ini jenazahnya masih berada di ruang IGD,” kata Abdullah Amin.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas lengkap korban maupun kronologi pasti yang menyebabkan terjadinya dugaan pengeroyokan tersebut.
Jenazah korban masih disemayamkan di RSUD Panyabungan sambal menunggu pihak keluarga atau proses penyelidikan lebih lanjut. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar