Eks Debt Collector Banyumas Raup Rp50 Juta dari Gurame
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Mantan debt collector di Banyumas sukses ternak gurame dari lahan sempit. Modal Rp5 juta berkembang hingga omzet mencapai Rp50 juta. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Perubahan drastis dialami seorang mantan debt collector di Kabupaten Banyumas yang kini sukses membudidayakan ikan gurame. Berawal dari lahan terbatas di belakang rumah, usaha tersebut berkembang hingga menghasilkan omzet puluhan juta rupiah.
Pria bernama Andes Sudrajat memutuskan meninggalkan pekerjaannya setelah lebih dari dua dekade berkecimpung sebagai penagih utang. Ia kemudian mencoba peruntungan di sektor perikanan dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja.
Langkah awalnya sederhana. Andes membangun satu kolam kecil dan mempelajari teknik budidaya secara mandiri. Seiring waktu, jumlah kolam bertambah hingga lima unit dengan total sekitar 600 ekor ikan gurame yang dibudidayakan.
“Awalnya saya hanya coba-coba dengan satu kolam. Setelah melihat hasilnya, saya tambah kolam lagi secara bertahap,” ujar Andes kepada ReportaseNews, Sabtu (11/4/2026).
Ia menerapkan metode pemeliharaan yang relatif sederhana. Selain pakan pelet, ikan gurame diberi tambahan daun-daunan untuk mempercepat pertumbuhan. Cara tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas ikan.
Harga jual gurame di pasaran berkisar Rp50.000 per kilogram. Dengan kapasitas kolam yang terus meningkat, hasil panen memberikan keuntungan yang cukup besar bagi Andes.
“Modal awal sekitar Rp5 juta. Sekarang kalau panen bisa menghasilkan omzet hingga Rp50 juta,” katanya.
Perubahan profesi itu juga membawa dampak positif pada kehidupan sehari-hari. Dari pekerjaan dengan tekanan tinggi di lapangan, Andes kini menikmati aktivitas yang lebih tenang di lingkungan rumah.
Kesuksesan tersebut menjadi contoh bahwa usaha budidaya perikanan tetap menjanjikan, meski dimulai dari lahan sempit dan modal terbatas. Andes pun berharap kisahnya dapat memotivasi masyarakat untuk berani mencoba peluang usaha di sektor produktif. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar