Harga Plastik Naik, Pemulung di Banyumas Untung Tapi Waswas
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Harga plastik naik di Banyumas memberi keuntungan bagi pemulung dan pengepul. Namun, ketidakpastian harga membuat mereka khawatir penghasilan tidak stabil. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Kenaikan harga plastik memberi angin segar bagi pemulung dan pengepul di wilayah Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Pendapatan mereka meningkat, tetapi ketidakpastian harga masih menjadi ancaman bagi keberlanjutan penghasilan.
Lonjakan harga plastik murni membuat sejumlah pelaku usaha rongsok mulai merasakan perubahan signifikan. Salah satunya Andi Pamuji, warga Ajibarang, yang kini menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut setelah usahanya di bidang kayu tidak berjalan.
“Dulu saya gagal karena kurang pengalaman dan modal. Belajarnya lama karena barangnya banyak dan harganya susah ditebak. Sekarang alhamdulillah harga lumayan stabil, malah plastik naik,” ujar Andi kepada ReportaseNews, Kamis (9/4/2026).
Kondisi serupa juga dirasakan pemulung lainnya, Andi Suseno, warga Desa Karang Kemiri. Ia mengaku lebih memprioritaskan pengumpulan plastik dibandingkan logam karena nilai jualnya saat ini lebih menguntungkan.
“Sekarang plastik lagi mahal, jadi saya lebih fokus ke plastik. Harapannya harga distabilkan, supaya kami bisa terus mendapatkan penghasilan,” kata Andi.
Dalam kurun waktu empat hingga lima hari, ia menyebut dapat mengantongi pendapatan hingga ratusan ribu rupiah. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, pelaku usaha rongsok masih dibayangi ketidakpastian. Fluktuasi harga dinilai berpotensi menggerus pendapatan secara tiba-tiba. Mereka berharap ada upaya menjaga stabilitas harga agar mata pencaharian tetap terjamin.
Kenaikan harga plastik memang membawa keuntungan dalam jangka pendek. Namun tanpa kepastian pasar, para pemulung dan pengepul khawatir kondisi tersebut tidak berlangsung lama. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar