Doa dan Tausiyah yang Menggetarkan
Aksi Damai 112 bertajuk Dzikir dan Tausyiah Nasional Demi Keselamatan Negeri di Masjid Istiqlal Jakarta pada Sabtu (11/2/17) dimulai dengan salat tahajud berjamaah. Sebelum sholat ditegakan, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar memberikan sambutan dan tausiyah.
“Selamat datang tamu istimewa, kita semua di sini adalah tamu Allah,” kata Nasarudin. Dalam tausiyahnya mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah ini menerangkan bahwa malam memiliki kedudukan sangat penting sebagai proses pendekatan diri kepada Allah Ta’ala. “Luruskan niat agar senantiasa mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah,” ajak Nasaruddin Kepada Jemaah .
Ratusan ribu kaum Muslimin yang sudah memadati masjid terbesar di Asia Tenggara ini mulai beranjak dari rehatnya sejak pukul 01.30 WIB. Terlihat kompak, kaum Muslimin saling mengingatkan dan membangunkan satu sama lainnya. Ayat-ayat suci Alquran berkumandang memenuhi seluruh ruang. Ustadz Adi Ahmad, imam salat tahajud begitu tartil dan merdu melantunkan ayat-ayat Alquran. Jamaah pun larut dalam kekhusyukan munajat kepada Allah SWT.
Suasana semakin khidmad saat KH Arifin Ilham memimpin zikir dan doa. Pimpinan Majelis Dzikir Azzikra ini mengajak umat Islam untuk beristghfar, bertasbih, tahmid dan tahlil. Di antara zikir yang panjang itu terselip sholawat dan munajat yang amat lirih. “ Ya Allah, selamatkan negeri kami, kami rindu dipimpin oleh pemimpin yang soleh, beri hidayah kepada pemimpin kami Ya Allah…,” doa Ustadz Arifin dengan airmata berlinang. Ratusan ribu jemaah zikir pun mengaminkan doa-doa kyai muda kelahiran Kalimantan ini. Suasana haru begitu terasa. Seperti hujan yang tak henti-hentinya mengguyur Jakarta, airmata para jemaah zikir pun tumpah ruah.
Di antara jemaah Dzikir dan Tausiyah, hadir Anies Baswedan berserta Sandiaga Uno . Mereka adalah pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Jakarta nomor urut 3. Selain Anies dan Sandi, hadir pula Agus Harimurty Yudhoyono Calon Gubernur nomor satu. Seluruh jemaah dzikir tak terkecuali Anies Baswedan, Sandiaga Uno , Agus Yudhoyono diminta Arifin untuk bergandengan tangan sambil berselawat, “Ya Nabi Salam alaika, ya Rosul salam alaika….”
Sejumlah peserta membagi pengalaman spiritual dan pandangannya tentang kegiatan Dzikir dan Tausiyah Nasional kepada reportasenews.com:
“Subhanallah seperti di Makkah, merinding rasanya, bedalah salat sendiri dibanding berjamaah. syukur Alhamdulillah saya bisa merasakan Salat dan munajat bersama “ aku Mamat, salah seorang jemaah.”
”Ini momentum bagus untuk mengingatkan diri pribadi dan saudara Muslim Jakarta dan di mana pun berada. Umat Islam Jangan terpecah pecah, kita harus bersatu. Termasuk dalam memilih pemimpin sesuai perintah Alquran,” Kata Nuril
Sementara itu, Agi Betha Isnaeni mengaku kehadirannya di Istiqlal adalah untuk membela ulama, pewaris Nabi Saw. “Karena ingin namaku ada di dalam buku catatan Allah. Juga ada rasa keprihatinan soal kondisi politik di negeri kita saat ini, di mana kita harus ramai-ramai mengadu sama Allah, karena seusai melakukan semua ikhtiar kan pada akhirnya kita harus pasrah sama kehendak Allah,” Pungkas Ibu dua anak ini.

