Zlatan Ibrahimovic, Arogan?
Apakah benar Zlatan Ibrahimovic pribadi yang arogan, tinggi hati bahkan sangat pemberontak?
Pandangan demikian terhadap sosok pemain asal Swedia ini mulai menguat sejak dia bergabung dengan Barcelona di era Coach Pep Guardiola.
Saat itu, Ibra pindah dari Juventus ke Barcelona karena sebuah ambisi: menjadi juara Liga Champions! Striker ini meyakini bahwa, setelah sukses dengan gelar-gelar domestik di Inter Milan, maka Barcelona adalah klub yang akan memberinya gelar paling bergengsi di Eropa itu.
Tapi, Ibra salah. Barcelona punya Lionel Messi yang tengah naik daun. Messi telah mencuat menjadi pusat permainan Barca. Messi is the centre of play, the centre of everything at Barca.. Messi adalah pusat dan ujung permainan Barcelona. Apapun, harus Messi. Itulah yang terjadi di Barcelona saat itu.
Sementara, Ibra melihat dirinya lebih dari mampu untuk menjadi andalan dalam urusan menjebol gawang lawan sepanjang bola dioperkan kepada dirinya.
Pride overtakes brain. Kebanggaan diri Ibra mengalahkan akal sehatnya kala itu. Maka, dimulailah perseteruan dengan Coach Guardiola dan hubungan yang dingin dengan Messi. Barcelona gagal di Liga Champions maka, sekali lagi, Ibra kecewa berat sekalipun dia ikut mengantarkan Barca juara La Liga.
Hengkang dari Barcelona, Ibra memilih AC Milan dan dia sukses lagi. Meraih scudetto dua tahun berturut-turut. Publik dan media negeri spaghetti pun memberinya julukan “Ibracadabraâ€.
Agaknya, kesuksesan meraih gelar liga di setiap klub di negara-negara berbeda semakin mendongkrak rasa percaya diri Ibra. Ibra meraih gelar juara liga sejak di Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona dan AC Milan. Namun, pada saat yang sama, dia semakin terobsesi dengan Liga Champions.
Apakah alasan ini yang kemudian membawanya ke PSG? Apapun motif sejatinya, karir Ibra semakin mentereng di Prancis. Dia mencatat berbagai rekor. Topscorer untuk tiga tahun terakhir dan pemegang rekor baru pencetak gol tersubur PSG sepanjang masa di liga Prancis, dengan 113 gol dari 122 partai Ligue 1.
Bersama PSG, Ibra mengoleksi total 156 gol dari 180 pertandingan kompetitif! Ibra memimpin PSG merajai Ligue 1 Prancis, empat kali juara berturut-turut sejak 2011-2012!
Hanya saja, harapannya untuk mengangkat trofi Liga Champions lagi-lagi kandas.
Confidence tinggi berikut ambisi besar untuk meraih gelar paling bergengsi di Eropa itulah agaknya yang membentuk karakter keras sekaligus personalitas Ibra seperti yang tampak saat dia terjun ke kancah Liga Primer Inggris. Acapkali, semua itu terlihat sebagai arogansi.

