Zlatan, The Stylish Warrior
Zlatan Ibrahimovic lahir pada tahun 1981 dari orangtua yang berlatar budaya berbeda. Ayahnya Sefik Ibrahimovic, seorang Muslim, berasal dari Bosnia. Sedangkan ibunya Jurka Gravic, penganut Katholik, lahir di Kroasia. Ibra sendiri lahir dan besar di kota pelabuhan Malmo, Swedia, negeri tempat kedua orangtuanya bertemu.
Kedua orangtua Ibra berpisah, namun dia tetap dekat dengan keduanya. “Saya menghabiskan banyak waktu dengan ibu. Tapi, saya benar-benar tinggal dengan ayah”, kata Ibra.

Terlepas dari faktor bakat, agaknya Ibra mewarisi sifat ketangguhan dari kedua orangtuanya. Bosnia, negara asal ayahnya, kita tahu adalah bagian dari kawasan Balkan yang menghasilkan banyak pemain terkenal sejak wilayah itu masih tergabung di dalam negara Yugoslavia. Lantas, apakah gaya bermain Ibrahimovic dapat dikatakan perpaduan berbagai budaya itu?

“Gaya bermain Swedia? Bukan. Gaya Yugoslavia? Tentu saja tidak. Pastinya gaya permainan Zlatan-style”, begitu ungkap Ibra suatu ketika tentang gaya bermainnya.

Sebenarnya modal utama Ibra bukan fighting spirit belaka. Justru dia sangat menonjol dengan teknik, skills, agility atau kegesitan serta fleksibilitas atletis tingkat tinggi.
Sejak bermain di Ajax Amsterdam, Ibra sering dibandingkan dengan legenda sepakbola Belanda, Marco van Basten. Tak kurang mantan penyerang andalan Prancis Jean Pierre Papin pernah mengatakan bahwa Ibra sangat mirip dengan Marco van Basten yang gaya dan tekniknya pernah digambarkan banyak pundit bola Eropa bagaikan pebalet yang bermain sepak bola!

Berkali-kali, saat dia masih berumur 20-an tahun, Ibra mendemonstrasikan teknik dan skills tinggi, termasuk ketika mencetak gol setelah mengelabui dan menggocek delapan pemain termasuk kiper Sparta di Liga Eredivisie, Belanda.

Teknik shooting, dribble sambil berakselerasi dan, terutama, tendangan volley Ibra memang sangat mirip dengan Marco van Basten. Bedanya, Ibra bertubuh lebih jangkung. Pertanyaannya, kok bisa? Banyak analis bola Eropa menyebut background sebagai atlit beladiri-lah yang memungkinkan Ibra demikian agile, cepat dan sekaligus begitu lentur.

Semua kualitas itu ditambah postur tinggi besar yang ia miliki (tinggi badan 195 cm), maka jadilah sosok Ibra sebagaimana dirinya sekarang ini.
Tapi, Ibra telah membuktikan di kancah Liga Primer bahwa dia tak sekedar mem-bully lawan dengan perawakannya. Melainkan, dia diakui hebat karena gol-gol, assist dan peluang yang diciptakannya. Keseluruhan performa apik Ibra menegaskan bahwa dia memang seorang bintang, masih cemerlang sekalipun usianya mulai senja.
Ibra tak akan berkarir hebat sejauh ini, apalagi tetap mampu tampil mempesona sebagai andalan utama klubnya, jika tak disiplin dalam hidupnya. Inilah satu lagi rahasia dari seseorang yang berkarakter warrior, pejuang.
Ibrahimovic tak pernah terlibat dalam kehidupan malam dengan segala macam eksesnya, dan tak pernah pula mengonsumsi alkohol.

Mungkin terdengar boring, tapi faktanya Ibra tak pernah lelah berlatih keras setiap hari di lapangan bersama rekan-rekannya. Itu masih belum cukup, karena dia masih menambah latihan atau physical exercise-nya secara pribadi termasuk olahraga beladiri taekwondo yang telah dia tekuni sejak remaja! Ya, Ibra adalah pemegang sabuk hitam taekwondo.

Terkesan lebih boring lagi bagi banyak pemain muda dewasa ini adalah fakta bahwa Ibra ternyata seorang family man! Dia hidup dengan pasangannya Helena Seger yang telah memberinya dua putra, Maximillian dan Vincent.

Fenomena Zlatan Sebagai Pelajaran
Sukses, terkenal, punya banyak uang. Bagaimana bisa Ibra betah jadi pria rumahan?
Justru disinilah rahasia utama karir panjang dan cemerlang seorang Ibra. Dia menemukan keseimbangan hidup ketika dia berada di rumah bersama keluarganya termasuk saat berbelanja bersama di supermarket.

Di dalam lingkungan keluarganya, yang sangat dia jaga privasinya, Ibra mengaku sangat menikmati ketenangan dan kebahagiaan, sekaligus mengisi batere semangat hidupnya.
Agresivitas yang ada di dalam dirinya hanya dia lampiaskan di lapangan hijau. Bermain baik, solid, dan tak kenal lelah bersama rekan-rekan setim, mencetak gol-gol atau mengkreasi peluang dan membuat assist untuk rekannya yang mana saja guna mencetak gol demi kemenangan.

Ibra punya berderet rekor sepanjang karirnya termasuk sebagai satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol di ajang Liga Champions untuk enam klub berbeda! Ibra juga satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol di setiap partai derby se-kota dan derby satu negara di lima negara, sejak di Belanda, Italia, Spanyol, Prancis dan Inggris.

Kehadiran Ibrahimovic di Manchester United membuat pemain termahal dunia Paul Pogba kembali memperlihatkan potensi aslinya setelah sempat tertatih-tatih di awal musim kompetisi Liga Primer tahun ini.

Henrikh Mkhitaryan juga terpacu untuk menampilkan kinerja terbaiknya berkat contoh dan motivasi dari Ibra. Satu lagi, Anthony Martial, kembali bermain bagus karena inspirasi dari Ibra.
Semua pemain Manchester United secara aklamasi menjadikan prolific striker, penyerang tengah nan subur, ini sebagai panutan mereka. Tak ada yang protes, tak terkecuali Wayne Rooney, bintang Manchester United yang kini kalah pamor dan lebih sering duduk di bangku cadangan.
“Untuk seseorang yang berukuran besar, apa yang Ibra mampu lakukan dengan bola sungguh menakjubkan. Sulit dipercaya. Kami semua ingin menirunya”, kata Phil Jones bek tengah Manchester United yang kembali bermain cemerlang karena kehadiran Zlatan Ibrahimovic.

Sungguh, di balik sosoknya yang sering mengesankan “arogan”, Zlatan Ibrahimovic ternyata seorang pribadi yang inspiring. Dia adalah sosok yang mengilhami sekaligus menerapkan pelajaran yang selama ini missing di dalam squad asuhan Coach Jose Mourinho. Ini tentang fighting spirit! Ibra tak pernah suka menerima kekalahan!

Ibra justru menghadirkan kembali semangat petarung, nyali warrior di dalam tubuh Man U, mengajari semua pemain dari yang termuda seperti Pogba, Jones dan Martial sampai para pemain senior seperti Rooney tentang cara mengaplikasikan seluruh potensi teknik dan mental ke dalam wujud permainan yang menghasilkan kemenangan.

Sementara, kemenangan hanya bisa diperoleh jika Anda mencetak gol! Dan, Ibra melakukan semua itu with style!
Sosok Ibra, yang pernah hampir berhenti main bola pada usia 15 tahun demi bekerja sebagai buruh galangan kapal di Swedia, kini telah menjadi tokoh sentral yang menurunkan banyak pelajaran bagi pesepakbola!
Tanpa keraguan, Ibra kini tak tergantikan di Manchester United. Indispensable!

Fakta, dari 13 gol Ibrahimovic sejauh ini di Liga Primer sebagian besar dia cetak guna menghasilkan poin-poin kemenangan bagi Manchester United. Kata para pundit sepakbola Inggris, tanpa gol-gol dari Ibra, posisi Man U kini bukan peringkat ke-6 yang mengincar lima besar, tapi paling bagus adalah peringkat ke-12 klasemen!
Secara pribadi, Ibrahimovic mengidolai mantan striker Brasil, Ronaldo, dan petinju legendaris almarhum Muhammad Ali.

Kekagumannya terhadap Ali, ujar Ibra, karena petinju yang dijuluki The Greatest itu senantiasa meyakini prinsip hidupnya dan tak pernah goyah, tak pernah menyerah!

Sementara, terhadap kekaguman Ibra pada Ronaldo, Coach Jose Mourinho tegas mengatakan Ibra justru lebih baik dibanding mantan striker nasional Brasil itu.

Ah, jangan-jangan Coach Jose Mourinho pun telah menarik pelajaran dari fenomena bernama Zlatan Ibrahimovic yang, in all the truth, telah menyelamatkan karir Mourinho di Inggris dan kini tengah menegaskan kehadirannya di Liga Primer…sebagai legenda!