Second Line Menentukan Kemenangan?
Namun, Pep juga seorang Master Strategist. Dia sudah biasa menghadapi lawan yang memainkan pola atau formasi 3-4-3 baik selama mengarsiteki Barcelona dulu, di Bayern Muenchen, termasuk menghadapi lawan-lawan yang memainkan pola itu di kancah Eropa.
Harapan Chelsea untuk meraih poin di kandang The Citizens tak bisa lagi hanya ditumpukan pada Diego Costa dan Eden Hazard. Manchester City telah menyiapkan kontra strategi untuk menjinakkan mereka termasuk juga meredam Pedro Rodriguez. Pep terlalu paham kelebihan sekaligus kelemahan Pedro sejak era Barcelona.
Coach Guardiola pasti menginstruksikan para pemainnya untuk terus menguasai bola, mendominasi permainan tapi, begitu kehilangan bola, langsung menekan lawan dengan rapat dan keras guna merebut bola lagi dari kaki pemain Chelsea sebelum dioper ke Hazard, Costa atau Pedro.
Karena itu, pertarungan di lini tengah antara N’Golo Kante dan Nemanja Matic dari Chelsea melawan Fernandinho dan, atau, Yaya Toure yang disokong oleh David Silva akan sangat menentukan. Yang menarik, secara unit, kemampuan mereka semua setara. Sama-sama hebat. Tinggal kejelian dan kreativitas.
Di sisi lain, sistim tiga bek tengah Chelsea juga menyimpan kerawanan. Bila lawan memainkan dua saja penyerang yang cepat, lincah dan gesit, serta konstan bergerak diantara tiga bek Chelsea maka ruang akan terbuka. Pertahanan The Blues rawan terekspos. Dan, untuk purpose ini, Man City punya Kun Aguero, Nolito dan Raheem Sterling yang punya semua kualitas di atas.
Jika mereka lolos, karena unggul dalam sprint dari David Luiz, Gary Cahill maupun Ivanovic, maka opsi yang tersisa bagi para bek Chelsea adalah menjatuhkan lawan. Ini jelas berpotensi pinalti. Sebaliknya, bila ruang lekas ditutup lawan, Aguero masih bisa mengirim umpan tarik buat rekannya. Dan, andalan Coach Guardiola untuk urusan ini adalah Kevin de Bruyne, juga Fernandinho atau Guendogan bahkan Yaya Toure yang sering muncul dari second line..!

