Mudik Lebaran 2026, Ribuan Rumah Ibadah Lintas Agama Jadi Rest Area Gratis 24 Jam
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Menag Nasaruddin Umar memberi arahan dalam rapat koordinasi di Jakarta terkait rumah ibadah lintas agama menjadi rest area gratis 24 jam pada musim mudik tahun ini, Selasa (10/3/2026). (FOTO: HUMAS KEMENAG)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kementerian Agama (Kemenag) RI berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas pada musim mudik Idulfitri 1447 Hijiriah dengan mentransformasi ribuan rumah ibadah menjadi posko istirahat (rest area) bagi masyarakat.
Tidak hanya masjid, program ini juga melibatkan rumah ibadah lintas agama di sepanjang jalur utama mudik yang siap beroperasi penuh selama 24 jam guna menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 6.859 masjid di seluruh Indonesia telah terdaftar untuk berpartisipasi dalam program ini. Selain itu, inklusivitas program ini ditunjukkan dengan keterlibatan 44 rumah ibadah umat Buddha yang tersebar di 11 provinsi, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Langkah ini bertujuan memastikan setiap pemudik, tanpa memandang latar belakang agama, memiliki akses ke tempat istirahat yang layak dan aman saat rasa lelah mulai menyerang.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan operasional rumah ibadah ini harus dipastikan berjalan tanpa henti untuk mengakomodasi arus pemudik yang tidak terprediksi. Dia menginstruksikan agar pengelola rumah ibadah melakukan manajemen petugas yang ketat demi menjaga keamanan barang bawaan pemudik yang singgah.
“Kita ingin agar rumah-rumah ibadah lintas agama yang berada di jalur mudik benar-benar siap melayani para pemudik. Rumah ibadah tersebut diharapkan dapat dibuka selama 24 jam selama masa mudik, karena para pemudik datang silih berganti sepanjang waktu. Perlu ada petugas yang berjaga agar keamanan tetap terjamin. Jangan sampai jamaah yang beristirahat justru mengalami kehilangan barang atau hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menag juga menyoroti aspek kemanusiaan dengan mendorong penyediaan kebutuhan dasar seperti takjil untuk berbuka puasa dan konsumsi sahur, mengingat mudik tahun ini berlangsung di bulan Ramadan. Dia juga menegaskan seluruh layanan di rumah ibadah tersebut wajib bersifat cuma-cuma tanpa ada pungutan biaya apapun dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Program rumah ibadah ramah pemudik ini terbukti berdampak signifikan terhadap keselamatan di jalan raya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengungkapkan, pada tahun sebelumnya fasilitas ini telah membantu jutaan orang dan berkontribusi langsung pada penurunan angka fatalitas kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.
“Pada 2025, program Masjid Ramah Pemudik dimanfaatkan sekitar 1,7 juta pemudik. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, tingkat fatalitas kecelakaan pemudik juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Salah satu faktor pendukungnya adalah keberadaan masjid yang menjadi tempat singgah bagi para pemudik,” kata Abu Rokhmad.
Guna memaksimalkan pelayanan, Kemenag bersinergi dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian RI, serta Puskesmas setempat untuk menyediakan fasilitas tambahan seperti pengisian daya ponsel, ruang laktasi, hingga layanan kesehatan dasar. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar