Ramadan 2026 Momen Sejarah Rumah Mans, Kini Anggotanya 1.500 Anak Penyandang Disabilitas
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Ramadan 2026 men ygjadi peristiwa bersejarah bagi Rumah Mans Indonesia. Anggotanya kini berjumlah 1.500 anak penyandang disabilitas. (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Ramadan 2026 menjadi peristiwa bersejarah bagi Rumah Mans Indonesia. Anggotanya kini berjumlah 1.500 anak penyandang disabilitas.
Sebagai bentuk rasa syukur, mereka menggelar buka puasa bersama sekaligus momentum peringatan 5 tahun berdirinya komunitas tersebut.
Acara berlangsung di Rumah Mans Indonesia yang berlokasi di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Pembina Rumah Mans Indonesia, Abdullah Mansuri mengungkapkan komunitasnya baru kali ini membuka diri ke media.
“Ini baru pertama kali kita membuka diri ke publik, sudah menjadi tekad kita sejak awal, baru mau membuka diri setelah jumlah anggota mencapai 1.500 anak disabilitas binaan, tanpa menghitung orang tua maupun relawan,” kata Abdullah Mansuri.
Angka 1.500 anggota menjadi penanda bagi Rumah Mans Indonesia bahwa komunitas mereka cukup kuat untuk berkembang lebih luas. Abdullah berharap momentum Ramadan dapat semakin memperkuat solidaritas dan kebermanfaatan Rumah Mans Indonesia.
Abdullah menjelaskan Rumah Mans Indonesia berkomitmen mewujudkan harapan sekaligus mengembangkan bakat anak-anak disabilitas agar tumbuh lebih percaya diri dan mandiri. Ditopang struktur organisasi terdiri dari pembina, pengawas, dan pengurus, Rumah Mans Indonesia akhirnya menjadi tempat mengasah diri anak-anak penyandang disabilitas.
Abdullah menceritakan Rumah Mans Indonesia resmi berdiri pada 18 Januari 2021. Komunitas ini berawal dari pertemuan sejumlah anggotanya melalui media sosial, khususnya platform TikTok.
“Meski awalnya tidak saling mengenal, ikatan persaudaraan tumbuh dari rasa kepedulian dan kasih sayang,” kata Abdullah yang disapa Ayah oleh anggota komunitasnya.
Dukungan satu sama lain disebut menjadi pemicu tumbuhnya semangat dan rasa percaya diri anggota untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah, sejumlah anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan fisik, termasuk lumpuh, kini mampu berkembang, ada yang menjadi kreator konten, penulis, hingga pelaku usaha mandiri,” tutur Abdullah.
Sejumlah artis dan influencer terlibat dalam pendampingan, di antaranya Ricky Komo. Ia mengaku bergabung setelah melihat komitmen Abdullah dalam mendampingi anak-anak disabilitas.
“Siapa sih yang nggak pengen untuk mempunyai energi baik dan memberikan energi baik atau bahkan mendapatkan energi baik dari suatu perkumpulan gitu. Nah itu yang menggerakkan gua akhirnya, gua gabung di sini dan gabung di sini itu bukan, jadi kita itu mencoba untuk saling memotivasi gitu,” ujar Ricky.
Menurut Ricky, para figur publik yang terlibat mencoba berbagi pengalaman dan pengetahuan dari dunia televisi maupun media sosial agar anak-anak binaan dapat memproduksi konten secara mandiri dan memperoleh penghasilan sendiri.
Rumah Mans Indonesia berharap dapat menjadi wadah bagi anak-anak disabilitas untuk tumbuh dan berdaya, serta menebarkan semangat kasih sayang yang lebih luas.(RN-05)
- Penulis: Didik


Saat ini belum ada komentar