Asian Games 2018 Panggung Indonesia Unjuk Diri

Penulis malah berkeyakinan, Indonesia akan memiliki generasi emas sepakbola untuk kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia, bila melakukan langkah-langkah yang benar dan efektif selama lima tahun mendatang. Mengapa?

Setelah SEA Games 2017, Indonesia harus sudah memiliki Timnas yang kuat dan dipersiapkan secara sangat serius untuk ajang Asian Games 2018 karena Indonesia adalah tuan rumah!

Inilah arena uji seleksi sekaligus ajang yang paling pas untuk membentuk Timnas U-23 yang tangguh, sebagai sumber rekrutmen pemain Timnas senior masa depan.

Apalagi Asian Games 2018 digelar di Indonesia. Wajarlah Indonesia dituntut untuk memiliki Timnas U-23 yang sangat siap demi menjaga nama baik sebagai tuan rumah. Dan, stepping stone terbaik untuk obyektif itu tak lain, ya, SEA Games 2017.

Timnas SEA Games nanti merupakan kerangka atau tim bayangan untuk Asian Games 2018. Oleh sebab itu, proses seleksi, pembentukan dan pematangan tim, serta penunjukan pelatih yang tepat untuk Timnas U-22 SEA Games merupakan kunci sukses di Asian Games nanti.

Kita serahkan masalah pemilihan pelatih Timnas SEA Games kepada PSSI. Saat ini kita hanya sekedar usul mengenai materi pemain yang berpotensi untuk masuk seleksi Timnas SEA Games. Mereka adalah nama-nama yang kita sebut di atas dan, mungkin sekali, ditambah nama-nama lain misalnya beberapa pemain eks Timnas U-19 asuhan Coach Eduard Tjong pada kejuaraan Piala AFF U-19 2016 lalu.

Diantara mereka yang menonjol termasuk Pandi Lestaluhu gelandang serang PS TNI, bek tengah Andy Setyo Nugroho dan Bagas Adi Nugroho, serta Hanif Abdurrauf Sjahbandi gelandang bertahan yang juga mampu bermain sebagai centreback. Mereka semua baru berusia 20 tahun pada 2017.

Satu lagi yang layak dipertimbangkan adalah Asnawi Mangkualam Bahar, gelandang berbakat yang belum berusia 18 tahun. Sedangkan penjaga gawang muda Nadeo Argawinata, 19 tahun, dan Muhammad Riyandi, 17 tahun, juga cukup pantas dipertimbangkan untuk ikut seleksi.

Menariknya, dewasa ini, mereka pun telah tercatat sebagai starter dan pemain pengganti di klub-klub peserta turnamen ISC yang baru berakhir. Asalkan seluruh pemain di atas mendapatkan menit bermain yang signifikan di klub masing-masing pada musim kompetisi liga yang baru, mulai awal 2017 nanti, maka peluang buat mereka terbuka lebar untuk dipercaya membela Timnas SEA Games 2017.

Bayangkan jika Indonesia meraih emas cabang sepakbola pada SEA Games 2017, betapa itu akan mendongkrak rasa percaya diri Timnas guna membuktikan diri di ajang yang lebih tinggi yaitu Asian Games 2018.

Waktu sekitar dua tahun ke depan, atau dua musim kompetisi liga dalam negeri, mestinya cukup untuk lebih mengasah kemampuan teknis dan skills anak-anak muda itu, meningkatkan daya tahan fisik dan menambah pengalaman mereka dalam menghadapi situasi sulit di lapangan.