Mau Prestasi, Mau Memfasilitasi

Untuk itu, mereka membutuhkan pelatih berkualifikasi tinggi yang memiliki visi dan konsep permainan modern serta leadership yang kuat khususnya dalam aspek wibawa. Coach Alfred Riedl sebenarnya bisa dijadikan benchmark karena dia punya semua kualitas tersebut. Hanya, sayang, Coach Riedl telah memutuskan untuk mengundurkan diri usai Piala AFF lalu.

Apabila semua prasyarat dan kondisi yang dibutuhkan itu dapat dipenuhi, kita harus optimistis, Timnas akan meraih prestasi maksimal di Asian Games 2018. Bermimpi meraih medali Asian Games mungkin agak terlalu lebay, tapi, yakinlah Indonesia sangat berpeluang menembus perempat final. Target yang lebih realistis!

Tinggal PSSI dengan kepengurusan barunya merespon semua tantangan (sekaligus peluang!) tersebut, antara lain, penunjukkan pelatih yang tepat berikut kewenangan yang semestinya, serta sistim seleksi pemain Timnas yang obyektif dan transparan.

Pemerintah punya tanggung jawab besar untuk memfasilitasi Timnas yang dibebani target-target tinggi itu. Ini semata-mata karena SEA Games dan Asian Games merupakan hajat negara, maka sudah seyogianya pemerintah tampil paling depan, membela dan mengurusi semua kebutuhan demi sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

Mari berandai-andai lagi.. Jika saja PSSI mampu memastikan supply pemain berbakat dan berkualitas hasil roda kompetisi liga berjenjang yang berkesinambungan dan berkelanjutan.. Kalau saja pemerintah konsekwen sebagai regulator sekaligus fasilitator sepakbola nasional, maka prestasi maksimal Indonesia sangatlah mungkin diwujudkan dalam dua event besar di depan mata yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Pada gilirannya, tersedia abundance, sumber berlimpah, pemain-pemain potensial bagi Timnas senior untuk berkiprah di ajang-ajang bergengsi seperti Piala AFF, Piala Asia, Olimpiade, bahkan kualifikasi Piala Dunia 2022.

Untuk lebih melapis deretan pemain-pemain muda Timnas coba pertimbangkan pula nama Egy Maulana Vikri dan beberapa pemain berpotensi dan berbakat eks Timnas U-15 yang sempat dilatih oleh Coach Fachry Husaini pada 2015. Mereka sungguh layak masuk seleksi Timnas untuk SEA Games, walaupun usia mereka kini masih sekitar 15 tahun.

Tapi, dua tahun lagi usia mereka mendekati 18 tahun, jadi beberapa perlu diberi kesempatan untuk mencicipi pengalaman tampil di ajang besar level Asia karena, nantinya, merekalah yang akan menjadi andalan Timnas untuk membela Merah-Putih pada SEA Games 2019, AFF U-19, Asian Games 2022, dan seterusnya.

Sementara itu, seluruh stakeholder sepakbola nasional terutama PSSI mestinya terus memantau bakat-bakat hebat yang bertebaran di berbagai pelosok Nusantara. Dipastikan mereka ada disana, cuma masih tersembunyi disebabkan, mungkin, faktor ekonomi.