Pastikan Tembok Pertahanan Tangguh
Selama para pemain Indonesia bermain disiplin, kompak, mengurangi kesalahan passing, memanfaatkan keunggulan teknik dan kecepatan para penyerang yang dimotori Boaz Solossa, maka barisan penyerang Timnas akan dilihat bak monster oleh para bek Vietnam.
Pelatih mereka Nguyen Huu Thang, seorang mantan bek, pasti akan menginstruksikan timnya untuk bertahan lebih rapat dan bermain keras.
Ya, Timnas harus bisa membuat lawan takut! Paksa mereka terus khawatir terhadap ancaman yang ditimbulkan akselerasi dan aksi dribble Boaz, Andik, Rizki Pora, Ferdinand Sinaga maupun Zulham Zamrun di area berbahaya mereka.
Namun, Timnas juga harus memastikan formasi terkuat guna membentengi jantung pertahanan.
Setelah terkena suspension akibat akumulasi kartu kuning, sehingga tak bermain membela Timnas pada partai leg pertama, kini duet palang pintu Fachruddin Aryanto dan Rudolof Yanto Basna sudah available, bisa dimainkan lagi.
Masalahnya rekan mereka Manahati Lestusen dan Hansamu Yama Pranata bermain sangat mengesankan pada laga pertama kontra Vietnam. Manahati lugas dan disiplin mengawal pertahanan dan mematikan manuver Le Cong Vinh. Sementara, Hansamu tampil tak kalah taktis dan lugas, bahkan mampu menjebol gawang lawan lewat tandukan.
Siapa diantara mereka yang akan dipilih oleh Coach Riedl untuk menjadi duet palang pintu starter di laga tandang nanti? Ini sesuatu yang layak disebut a nice problem buat Coach Riedl. Memang gampang-gampang susah, tapi apapun, keputusan Coach Riedl pastilah yang terbaik bagi skuad Merah Putih.
Penulis pribadi membayangkan formasi duet Fachruddin Aryanto-Hansamu Yama Pranata di jantung pertahanan Timnas, dengan M. Abduh Lestaluhu di posisi bek kiri dan Manahati Lestusen di kanan.
Selain tangguh dalam bertahan, Fachruddin dan Hansamu juga sangat bisa diandalkan dalam situasi set piece, saat Timnas mendapatkan sepak pojok atau tendangan bebas.
Benny Wahyudi? Kini waktunya dia diberi tugas baru, yakni bersama Bayu Pradana mengawal sisi kanan lini tengah guna melumpuhkan aliran bola lawan. Dengan begitu, dia akan membuat Stefano Lilipaly bergerak lebih leluasa untuk merangsek ke depan, mendukung kapten Boaz Solossa membongkar pertahanan Vietnam dan membobol gawang Tran Nguyen Manh.
Dengan formasi ini, terbayangkan, Benny Wahyudi juga bisa lebih mendukung Andik Vermansah di sayap kanan. Ini akan membuat bek-bek Vietnam tak berani gegabah melakukan overlapping, sebaliknya, mereka dipaksa menjaga wilayahnya sendiri.

