Tinggal 21 Pustu, Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Sumatera Mendekati Tahap Akhir
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Menteri Dalam Negeri, Ketua Satgas PPR Tito Karnavian. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat operasional rumah sakit dan Puskesmas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya. Fokus pemerintah saat ini tersisa pada penyelesaian rehabilitasi 21 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sempat terhenti operasionalnya akibat bencana.
Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 4 Maret 2026, sebanyak 87 rumah sakit pemerintah dan 867 Puskesmas di tiga provinsi tersebut telah beroperasi normal melayani masyarakat. Sementara untuk kategori Pustu, dari total 2.522 unit yang ada, sebanyak 2.501 unit kini telah aktif kembali. Sisa 21 unit Pustu yang belum beroperasi dan saat ini dalam penanganan intensif, meliputi proses pembersihan, renovasi, hingga pembangunan ulang.
Rincian lokasi Pustu yang masih dalam pengerjaan tersebar di dua provinsi. Di Aceh, terdapat 12 unit Pustu yang sedang dikebut pengerjaannya, sebagian besar berlokasi di wilayah Aceh Timur seperti Pante Bidari, Indra Makmur, serta beberapa wilayah lainnya.
Sementara 9 unit Pustu sisanya berada di Sumatera Utara, yang tersebar di wilayah Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, hingga Tapanuli Tengah. Di sisi lain, Provinsi Sumatera Barat mencatatkan capaian progresif dengan seluruh 709 Pustu yang sempat terdampak kini telah sepenuhnya kembali melayani warga.
Keberhasilan pemulihan infrastruktur kesehatan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, percepatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjamin hak kesehatan masyarakat pascabencana.
Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta beberapa waktu lalu, Tito mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian, kementerian, lembaga, kemudian juga pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, serta semua non-pemerintah yang hadir juga di sana,” ujar Tito.
Dengan sisa 21 Pustu yang sedang dalam tahap penyelesaian, pemerintah menargetkan agar akses layanan kesehatan dasar di wilayah terdampak dapat segera pulih seratus persen, sehingga masyarakat di daerah pelosok dapat kembali menikmati layanan medis dengan normal. (RN-01)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar