Viral Komentar ‘Monyet’ Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Tuai Kritik Pedas Netizen
- calendar_month 10 menit yang lalu
- print Cetak

Tangkapan layar IG Sony Sonjaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan tindakan kontroversial Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. Sony Sonjaya. Jenderal bintang dua tersebut terekam melontarkan komentar yang dinilai menghina saat menanggapi kritik mahasiswa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di platform Instagram.
Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun @jogjastudent pada 14 Februari 2026 yang menampilkan video orasi Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Dalam orasinya, Tiyo mempertanyakan urgensi target 82 juta penerima MBG yang dianggap tidak sinkron dengan data kemiskinan BPS.
Bahkan, dia secara tajam menyebut program tersebut sebagai proyek yang rawan nepotisme dan menjulukinya sebagai “maling berkedok gizi”.
Menanggapi kritik keras tersebut, Sony Sonjaya melalui akun pribadinya justru memberikan balasan yang dianggap publik tidak pantas bagi seorang pejabat negara. Sony awalnya memaparkan capaian program yang diklaim telah menyerap jutaan tenaga kerja dan hasil tani. Namun, dia mengakhirinya dengan serangan personal kepada sang orator.
“BODO ??? Telah memberi makan kepada 60 juta Balita, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan peserta didik… lah… yg orasi telah menghasilkan apa??… jadine,” tulis Sony dalam kolom komentar yang ditutup dengan tiga emotikon monyet.
Sikap reaktif Sony Sonjaya tersebut seketika memicu sentimen negatif dari warganet yang menganggap pihak BGN antikritik dan arogan. Banyak pengguna Instagram menyayangkan penggunaan simbol monyet yang dianggap merendahkan martabat mahasiswa sebagai pemberi aspirasi.
Gelombang protes netizen pun membanjiri kolom komentar sebagai bentuk pembelaan terhadap kebebasan berpendapat. Salah satu warganet secara tegas mengingatkan pejabat publik agar lebih rendah hati dan sadar akan asal muasal pendapatan mereka yang berasal dari pajak rakyat.
“Gaji lu noh dibayarin ama orang yang lo katain pake emot monyet!!!!” tulis salah satu akun warganet yang geram melihat respons sang jenderal.
Komentar senada juga datang dari pengguna lain yang menilai sikap tersebut adalah cerminan arogansi kekuasaan. Netizen tersebut memperingatkan bahwa jabatan tidak ada yang abadi dan seharusnya kritik dijadikan bahan evaluasi, bukan dibalas dengan ejekan.
“Bentuk Arogansi (tidak menerima kritik), merasa tidak tersentuh… semua ada masanya.. belajar dari negara Nepal,” tulis komentar warganet lainnya yang memperingatkan agar pejabat tidak jemawa dalam mengelola program negara. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar


Saat ini belum ada komentar