Breaking News
Trending Tags

Warga Korban Konflik di Adonara Kecewa Belum Pernah Dapat Bantuan dan  Dikunjungi Bupati

  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kupang, ReportaseNews – Korban bentrokan di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT meminta agar pemerintah daerah hadir untuk melihat langsung kondisi warga yang menjadi korban akibat bentrokan antar warga yang mengakibatkan puluhan rumah dibakar.

Hal tersebut disampaikan Abubakar Doni dan istrinya, Esti Juliana yang menjadi korban akibat rumahnya habis dibakar saat terjadi bentrokan antara warga Desa Nara Saosina dan Weburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur NTT.

Betrokan antar warga dua desa tersebut terjadi sebanyak tiga kali yang yakni pada 6 Maret, 9 dan 10 Mei 2026 dan mengakibatkan sekitar 50 rumah dibakar.

Menurut Abubakar, mereka menjadi korban pembakaran saat terjadi konflik pada 6 Maret 2026 lalu. Namun hingga sekarang belum ada bantuan dari pemerintah daerah.

“Sampai sekarang tidak ada bantuan apapun dari pemerintah daerah,  Padahal kami susah, belum ada (bantuan sama sekali) karena rumah dan semua barang hangus, tempat usaha juga hangus semua,” kata Abubakar kepada ReportaseNews.com di Adonara, Sabtu (30/5) siang.

Dia mengatakan bantuan baru diperoleh dari Pemerintah Desa setempat dan dari susteran berupa beras. Sedangkan dari Pemda Flores Timur belum ada sama sekali.

Abubakar dan istrinya juga mengaku kecewa belum pernah dikunjungi atau ditemui oleh Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen pasca terjadinya bentrokan.

“Bupati belum pernah (datang) dia ketemu dengan kami, malahan didalam medsos itu dia (bupati) bilang saya bukan suruh kamu perang,” kata Abubakar  menyampaikan kekecewaannya.

Begitupun dengan istrinya Esti Juliana menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah daerah dan Bupati Flores Timur. Esti mengaku sudah putus asa setelah melihat postingan di media sosial pernyataan dari Bupati Flores Timur.

“Bahkan kami sudah putus asa begitu, karena dalam kami lihat (isi) sosmed itu (disampaikan bupati) bukan urusan kami, kalian yang perang masa kami pemerintah yang tanggung,” kata Esti menunjukkan kekecewaannya.

Padahal kata pasutri ini mereka yang diserang, dan mereka tidak dalam keadaan perang. Sehingga keduanya sangat kecewa dengan pernyataan bupati.

Abubakar mengatakan saat rumahnya dibakar massa saat terjadi bentrokan tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Dia dan istrinya menyelamatkan diri dengan pakaian yang menempel di badan.

“Saya dan istri ketakutan, makanya lari dengan pakaian di badan saja, tidak ada barang yang kita bawa yang penting bisa selamat,” jelasnya sambil meneteskan airmata.

Diceritakannya sebelum membakar, terdengar suara letusan besar di halaman depan rumah mereka. Dan karena takut dia dan istrinya melarikan diri melalui pintu belakang.

Setelah itu dia tidak tahu lagi apa yang terjadi. Dan massa yang datang menggunakan penutup wajah sehingga mereka tidak mengenali para pelaku dan sangat banyak.

“Mereka datang sangat banyak, pakai tutup muka, makanya tidak bisa kenal satupun juga,” ujarnya.

“Saya ni pegang apapun tidak ada, apapun kami tidak bawa sama sekali, hanya saya pegang saya punya hp dan dia (istri) pegang dia punya hp,” jelas Abubakar.

Keduanya mengaku setelah rumahnya dibakar mereka dibantu oleh seorang kerabat yang mau menampung mereka dengan kondisi seadanya.

Saat ini kata Abubakar, mereka sudah merasa tenang dengan kehadiran aparat kepolisian baik dari Polres Flores Timur maupun Brimob yang sudah bisa membuat situasi menjadi kondusif.

“Terimakasih pihak kepolisian karena hampir tiap hari itu mereka ada disini sama brimob dan brimob yang (buat) kami ada  kenyamaman itu mereka ada di sini, kalau tiada polisi, brimob begitu bagaimana kita ini tidak buat apa-apa,” kata Jamaludin dan istrinya Esti Juliana.

Pasangan suami istri yang harus kehilangan rumah dan toko sebagai tempat usaha ini juga mengaku sangat trauma. Tapi beruntung ada polisi dan brimob sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Saosina, Jamaludin Jou Dadi. Menurutnya pasca terjadinya bentrokan belum pernah dikunjungi oleh Bupati Flores Timur untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang menjadi korban.

“Sejak konflik tanggal 6 Maret dan 9 Mei itu, pemda belum turun untuk menyambangi masyarakat, pak bupati sendiri juga belum pernah hanya pak Kapolres jajaran kepolisian kabag ops, pak Kapolsek, Pak Kasat brimob itu mereka turun menyambangi warga, tapi pak bupati atau pemda belum turun sampai saat ini,” ujar Jamaludin.

Dia pun menyampaikan harapan agat bupati bisa datang dan menyambangi warga korban konflik dan juga melakukan rekonsiliasi.

Dan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dari kedua belah pihak yang berkonflik. Sehingga diharapkan dengan didatangi bupati bisa menyejukan suasan sehingga proses rekonsiliasi cepat berjalan.

“Harapan kami tentu sebagai pemimpin di kabupaten kami berharap beliau (bupati) turun dan menyambangi artinya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kedua belah pihak yang sedang berkonflik sehingga berharap dengan turunnya pemimpin bisa menyejukan suasana sehingga proses rekonsiliasi cepat berjalan,” kata Jamaludin.

Terpisah, tokoh masyarakat Desa Narasaosina, Dominikus Daton menyampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian khususnya Kapolres Flores Timur, AKBP. Adhitua Octorio Putra dan Kapolda NTT, Irjen Pol. RUdi Damoko yang telah berhasil meredam konflik sosial antara Desa Weburak dan Narasaosina yang terjadi 9 Mei 2026 lalu.

Dia juga meminta agar Bupati Flores Timur sebagai kepala daerah bisa datang ke lokasi konflik untuk melihat kondisi warga yang menjadi korban.

“Selama ini sejak pasca kejadian (bentrokan) kami istilahkan bencana sosial, pembakaran dan pengrusakan dari 6 Maret sampai dengan hari ini kami berharap pak Bupati, pihak pemda turun melihat rakyat sedikit,” kata Dominikus.

Dia mengaku sejak pecah konflik sosial antara warga Desa Weburak dan Narasaosina Bupati Flores Timur tidak pernah menyambangi warga yang menjadi korban bentrokan. Yang datang hanyalah wakil bupati.

“(Bupati) tidak pernah turun (ke lokasi konflik), kara Dominikus Waton yang juga sebagai ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Narasaosina.

Disampaikannya yang selalu datang untuk mengunjungi warga pasca kejadian hanya Kapolres, Dandim dan Wakil Bupati. Tapi bupati sama sekali tidak pernah hadir.

Padahal lanjut dia yang dibutuhkan adalah kehadiran bupati untuk bisa melancarkan proses rekonsiliasi yang akan beberapa waktu ke depan untuk.mendamaikan kedua kelompok warga yang bertikai.

Konflik sosial yang melibatkan warga dua desa yakni Desa Weburak dan Narasosina di Kecamatan Adonara Timur yang terjadi pada 6 Maret 2026 dan berlanjut pada 9 dan 10 .ei 2026 tersebut dipicu masalah sengketa lahan.

Akibat bentrokan tersebut ada 50 rumah yang dibakar. Dan saat berkonflik massa pun menggunakan sepira dan sajam untuk saling menyerang. Sejauh ini tidak ada korban luka atau meninggal dari tiga kali konflik tersebut.

Kapolres Flores Timur, AKBP. Adhitya Octorio Putra mengklaim, saat ini situasi keamanam pasca terjadinya konflik sudah kondusif.

Aktifitas masyarakat juga sudah kembali normal. Namun demikian,  petugas brimob dan Polres Flotim yang masih melakukan pengamanan di lokasi konflik untuk mencegah terjadinya konflik susulan.

Pasca bentrokan juga, polisi berhasil mengamankan 863 senjata api rakitan, semjata tajam, amunisi, anak panah dan busur panah.

Ratusan senjata api rakitan dan senjata tajam tersebut diserahkan secara sukarela oleh warga sejak dua pekan lalu. (RN-04).

  • Penulis: Didik

Reportase Pilihan

  • Momen Hangat Prajurit TMMD 0809 Kediri Dekap Mimpi Anak-Anak Desa Gadungan

    Momen Hangat Prajurit TMMD 0809 Kediri Dekap Mimpi Anak-Anak Desa Gadungan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Kediri, ReportaseNews – Gelak tawa anak-anak pecah di sela kesibukan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 0809/Kediri di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jumat (27/2/2026). Di balik seragam loreng yang tampak gagah, para prajurit TNI menunjukkan sisi humanisnya dengan membaur tanpa sekat bersama siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) setempat. Suasana di […]

  • Aksi mekanik perempuan di Banyumas mengenakan kebaya saat bekerja viral di Hari Kartini. Kisah inspiratif ini jadi bukti perempuan mampu menembus batas profesi. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Kebaya di Balik Mesin: Semangat Kartini Hidup di Bengkel Kecil di Ajibarang

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diwarnai aksi tak biasa. Seorang mekanik perempuan tampil mengenakan kebaya saat bekerja di bengkel, menarik perhatian pelanggan sekaligus menjadi simbol kuat emansipasi perempuan. ‎Di tengah aktivitas bengkel yang identik dengan suara mesin dan bau oli, Dwi Apriani justru hadir dengan balutan kebaya. Ia tetap […]

  • Ilustrasi atlet panjat tebing. (Foto: RN/Ilustrasi AI)

    Bareskrim Polri Selidiki Eks Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Yang Diduga Cabuli Atlet

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Bareskrim Polri tengah menyelidiki laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang mantan kepala pelatih atlet panjat tebing pemusatan latihan nasional (Pelatnas) terhadap sejumlah atlet putri. ‎Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/101/III/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Maret 2026. ‎Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim […]

  • MRT Jakarta memberlakukan tarif Rp1 pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 dalam rangka HUT ke-499 DKI Jakarta. Simak jadwal dan ketentuannya. (MRT Jakarta)

    MRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp1 Selama Tiga Hari, Catat Tanggalnya

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kabar baik bagi pengguna transportasi umum di Ibu Kota. PT MRT Jakarta (Perseroda) memberikan tarif khusus sebesar Rp1 untuk seluruh perjalanan penumpang pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta. ‎Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan […]

  • Bupati Tapsel Sebut Kebijakan ‘Prabowonomics’ Dilawan Oligarki dan Kapitalis

    Bupati Tapsel Sebut Kebijakan ‘Prabowonomics’ Dilawan Oligarki dan Kapitalis

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Medan, ReportaseNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu membeberkan adanya perlawanan terstruktur dari kelompok oligarki dan penganut kapitalis yang merasa kenyamanannya terganggu oleh arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Gus Irawan menilai langkah tegas Presiden dalam menyusun sistem perekonomian yang berpihak pada rakyat kecil sedang menghadapi tantangan luar biasa, karena berupaya menutup berbagai […]

  • Satgas Pangan Polda Metro Jaya menemukan harga Minyakita melebihi HET saat sidak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan memastikan pengawasan terus diperketat. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polda Metro Jaya)

    Sidak Minyakita, Polisi Temukan Harga Melampaui HET di Pasar Minggu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya penjualan yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. ‎Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah […]

expand_less