Gempur Narkoba Habis-habisan, Misi Polri Selamatkan Masa Depan
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

PATRON menyebut pemberantasan narkoba Polri sebagai investasi masa depan bangsa, dengan ratusan juta jiwa terselamatkan dan kerugian negara ditekan hingga ratusan triliun rupiah. (Dok. Humas Polri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Ketua Umum Patriot Anti Narkoba (PATRON), Muannas Alaidid, menilai upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Polri memiliki dampak jauh melampaui angka statistik maupun nilai ekonomi semata.
Menurut dia, setiap pengungkapan kasus narkotika bukan sekadar penegakan hukum, melainkan bentuk nyata perlindungan terhadap masa depan generasi bangsa.
“Pemberantasan narkoba pada dasarnya adalah upaya melindungi masa depan bangsa. Ketika negara mampu menggagalkan peredaran sebelum menyentuh masyarakat, itu bukan hanya soal hukum, tapi soal memastikan generasi terbaik kita tidak hilang,” ujar Muannas dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri disebut terus memperkuat strategi pemberantasan narkoba secara menyeluruh. Ancaman yang dihadapi pun kian kompleks, mulai dari jaringan lintas negara, jalur distribusi laut, hingga pemanfaatan teknologi digital dan laboratorium tersembunyi.
Muannas menilai meningkatnya jumlah pengungkapan kasus justru menjadi indikator bahwa sistem deteksi dan penindakan berjalan semakin efektif.
“Kalau angka pengungkapan terus meningkat, itu berarti negara tidak tinggal diam. Sistem deteksi dan penindakan bekerja semakin efektif,” katanya.
Ratusan Juta Jiwa Terselamatkan
Berdasarkan data yang dihimpun, sejak 2021 hingga 2024 jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan dari ancaman narkoba diperkirakan mencapai 219,74 juta orang. Angka tersebut mendekati total populasi Indonesia.
Sementara itu, nilai barang bukti narkotika yang berhasil diamankan dalam periode tersebut mencapai lebih dari Rp85 triliun.
Muannas menekankan, nilai tersebut belum mencerminkan dampak sebenarnya. Ia merujuk data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyebut kerugian sosial akibat narkoba bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat dari nilai peredarannya.
Dengan penggagalan peredaran dalam jumlah besar, potensi kerugian negara disebut dapat ditekan hingga lebih dari Rp200 triliun.
“Keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa dihitung hanya dengan rupiah. Yang diselamatkan adalah kualitas manusia. Uang punya nilai, tapi masa depan generasi tidak bisa ditakar dengan angka,” tegasnya.
Apresiasi untuk Polri
PATRON juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polri dalam memerangi peredaran narkoba. Salah satu momentum penting adalah pemusnahan barang bukti narkotika dalam jumlah besar yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada 29 Oktober 2025 di Mabes Polri.
Kehadiran kepala negara dinilai menjadi penegasan bahwa perang melawan narkoba merupakan agenda strategis nasional.
Selain penindakan terhadap jaringan besar, Polri juga dinilai mulai mengedepankan pendekatan preventif melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk program desa bersih narkoba.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri. Ini bukan sekadar capaian institusi, tetapi bukti nyata bahwa negara hadir menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” ujar Muannas.
Ia menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkoba sejatinya tidak hanya diukur dari jumlah barang bukti atau tersangka, melainkan dari seberapa besar generasi bangsa yang berhasil diselamatkan dari ancaman tersebut. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar