Punya Stok 1,2 Juta Liter, Bulog Sumut Segera Salurkan Minyakita
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, ReportaseNews — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) siap mengguyur pasar tradisional dengan pasokan 1,2 juta liter Minyakita sebagai strategi meredam spekulasi harga sekaligus memastikan hak konsumen atas minyak goreng subsidi tetap terpenuhi. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan di tengah fluktuasi harga pasar yang kerap merugikan masyarakat kecil.
Penyaluran jutaan liter minyak goreng program pemerintah ini segera dilakukan melalui skema Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jalur distribusi kemitraan Bulog. Melalui intervensi pasar yang masif ini, Bulog Sumut optimistis mampu menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah koordinasi mereka.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan ketersediaan stok saat ini melimpah, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan aksi panic buying atau khawatir akan terjadinya kelangkaan di pasar ritel.
“Stok Minyakita itu segera disalurkan, baik melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun saluran distribusi lainnya,” ujar Cahyanto, Selasa (14/7/2026).
Berbeda dengan pola penanganan sebelumnya yang hanya berfokus pada sisi suplai, kali ini Bulog Sumut menempatkan kekuatan konsumen sebagai instrumen kontrol sosial untuk mendisiplinkan para pedagang nakal.
Budi menyerukan gerakan aktif dari masyarakat untuk secara konsisten menolak membeli Minyakita jika harganya melampaui ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Masyarakat diarahkan hanya bertransaksi di toko, jaringan ritel, atau gerai mitra yang secara resmi memasang spanduk atau logo Bulog. Tujuannya, menjamin masyarakat mendapatkan produk asli dengan harga yang legal dan transparan.
“Jika masyarakat menemukan Minyakita dijual di atas HET, sebaiknya tidak membelinya. Carilah toko yang menjual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Budi.
Menurut dia, sikap tegas konsumen untuk tidak berkompromi dengan harga tinggi di atas ketentuan akan memaksa para pedagang di pasar tradisional menurunkan harga jual mereka. Ketika permintaan pada komoditas di atas HET anjlok, pasar secara otomatis akan terkoreksi dan kembali ke harga normal sesuai regulasi pemerintah.
Komitmen stabilisasi ini dibuktikan dengan konsistensi peningkatan realisasi penyaluran. Pada Juni 2026, Bulog Sumut mencatatkan penyaluran Minyakita sebesar dua juta liter, angka yang melonjak jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang berada di kisaran 1,7 juta liter.
Guna memperkuat daya gedor cadangan pangan ini, Bulog Sumut juga mengamankan tambahan pasokan dari 11 produsen minyak goreng nasional. Kolaborasi multi-produsen ini memastikan distribusi dari hulu ke hilir tidak akan mengalami sumbatan selama masa intervensi pasar berlangsung.
Di samping memastikan kuantitas aman, aspek perlindungan konsumen juga diterapkan pada sisi higienitas produk. Bulog Sumut memastikan setiap tetes Minyakita yang sampai ke tangan masyarakat telah lolos uji kelayakan dan standar keamanan pangan nasional, sehingga aman untuk dikonsumsi keluarga Indonesia tanpa keraguan. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar