Bobby Nasution Siap Babat Oknum yang Mengganggu Program MBG di Sumut
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution. (Foto: Diskominfo Sumut)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, ReportaseNews – Gubernur Sumatera Utara (sumut) Bobby Nasution menyatakan kesiapannya mengawasi secara ketat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengantisipasi adanya oknum yang mencoba menyabotase program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah Bobby itu sebagai respons atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mencium adanya indikasi penyalahgunaan dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Bobby menilai perintah Kepala Negara tepat demi memastikan masa depan generasi muda tidak dirugikan oleh kepentingan sepihak.
Menurut Bobby, pengawasan ketat ini penting karena program MBG berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa depan. Dia menegaskan tujuan pemenuhan gizi anak sekolah tidak boleh terganggu oleh kendala teknis maupun tindakan penyelewengan di lapangan.
“Pak Presiden kan ingin program ini berjalan baik, kenapa? Karena tujuannya adalah bagaimana pemenuhan gizi anak-anak sekolah, gizinya terpenuhi anak-anak belajar di sekolah penangkap nalar ilmunya juga pasti lebih baik,” kata Bobby Nasution, Rabu (15/7/2026).
Bobby mengatakan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada penyimpangan di tingkat SPPG. Jika ditemukan adanya gangguan yang melenceng dari ketentuan, langkah intervensi dan pengawasan dari pemerintah daerah menjadi hal yang mutlak dilakukan.
“Jadi, kalau tujuan itu tidak terlaksana karena ada gangguan-gangguan, seperti tadi pelaksananya di SPPG-nya melenceng, ya sangat wajar sekali lah kami pemerintah daerah diminta Pak Presiden untuk mengawasi, jadi hal itu sangat baik kali,” ucapnya.
Sejauh ini, Pemprov Sumut terus memperbarui data terkait operasional SPPG di wilayahnya. Bobby mengatakan pihaknya telah memetakan beberapa persoalan minor sebelum masa libur sekolah, termasuk masalah non-makanan seperti pengelolaan limbah dapur, dan langsung menindaklanjutinya ke pusat.
“Tentu datanya terus update, setahu saya update terakhir ke saya itu tentunya sebelum libur sekolah kemarin ada yang SPPG-nya sedikit bermasalah, bukan hanya di makanannya, contoh pengolahan limbah dan segala macam, tapi itu sudah termonitor dan sudah disampaikan,” tutur Bobby.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekesalannya terhadap adanya oknum yang mencoba menyusup dan mengambil keuntungan pribadi dari program MBG. Saat meresmikan bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026), Presiden meminta seluruh elemen masyarakat, kepala daerah, hingga aparat penegak hukum tidak segan-segan memeriksa dan melaporkan temuan mencurigakan di dapur-dapur MBG. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar