Akibat Senggolan Kendaraan di Jalan, Pegawai Toko Roti Dibacok Hingga Tewas di Cengkareng
- calendar_month 26 menit yang lalu
- print Cetak

Polisi menangkap pelaku pembacokan pegawai toko roti di Cengkareng, Jakarta Barat. Korban tewas akibat luka bacok di dada kiri. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polda Metro Jaya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Aparat dari Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pegawai toko roti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Terduga pelaku berinisial RS diamankan pada Senin (4/5/2026) malam oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum setelah dilakukan penyelidikan intensif.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Pedongkelan Belakang, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, sekitar pukul 13.40 WIB. Korban meninggal dunia akibat luka bacok di bagian dada kiri.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, terduga pelaku pembacokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Cengkareng sudah diamankan. Pelaku ditangkap oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres Metro Jakarta Barat,” ujar Budi, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan penyelidikan awal, insiden dipicu perselisihan di jalan antara korban dan pelaku. Keduanya sempat terlibat adu mulut setelah sepeda motor pelaku hampir menyenggol kendaraan korban.
Cekcok itu kemudian memicu aksi kekerasan. Pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga korban terjatuh di lokasi.
“Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri,” kata Budi.
Polisi bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Dari hasil pengembangan, identitas pelaku berhasil diketahui. RS kemudian ditangkap pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain sepeda motor, celurit, helm, pakaian yang digunakan saat kejadian, serta rekaman CCTV.
Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi berkas perkara dan memeriksa saksi tambahan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional,” ujar Budi. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar